Selasa, 09 Agustus 2016

HATIMU LEBIH MULIA ANAKKU

_🐹🌤🍯_

_Gak tau siapa yang nulis.. tapi bagus juga loh.._

_*```"SESUK YO LE...."```*_

_Sewaktu kecil.. Saya tumbuh di pasar. Ibu saya berjualan es teh di pinggir pasar Klaten saat itu._

_Bagi kawan2 di Klaten, jika Anda tahu toko plastik sari utama. Di depan toko itulah ibu saya berjualan._

_Setiap hari saya di sana, karena saat itu tak ada orang lain yg merawat saya._
_Bapak saya merantau mencari nafkah dikota yg lain. Ibu memenuhi kebutuhan harian kami dengan berjualan es teh._

_Setelah sore kami pulang ke rumah kontrakan..._
_Dari pasar menuju rumah, banyak sekali toko-toko yg kami lewati dengan berjalan kaki. Dari toko makanan, jajanan, sampai mainan._

_Saat melewati toko mainan. Saya berhenti..namanya anak kecil. Pingin punya. Hampir selalu begitu. Berhenti sejenak melihat mainan yg dijajar._ _Sambil membayangkan punya salah satu dari itu. Sejenak tidak peduli dengan apapun sampai ibu saya mendekati lalu berkata,_
*_"Sesuk yo le..  (besok ya nak)"_*
_Dan kami pun berjalan lagi.._

_Saat melewati toko makanan juga demikian. Melihat ayam yg dibakar._ _Serasa ingin mencoba..namanya juga anak kecil._
_Dan makanan yg demikian tidak tentu kami makan sebulan sekali. Dan lagi.. Saya terdiam dan melihat. Sampai kemudian ibu saya datang mendekat dan berkata lagi,_  *_"Sesuk yo le.. (besok ya nak)".._*
_Dan kami pun berjalan lagi.._

_Melewati toko jajanan pun juga sama. Saya berhenti saat melihat barisan chiki ball yg dipajang di etalase toko._
*_Dan lagi kalimat ajaib   "Sesuk yo le.. (besok ya nak)".  Itu bisa membuat saya berjalan lagi._*

_Saya bersyukur dibesarkan dengan kalimat,_ *_"Besok ya nak..."_*
_Karena kalimat itu sudah mengajarkan saya untuk bersabar._
_Mengajarkan, bahwa tidak semua hal harus dimiliki saat ini jika memang belum mampu._

_Meskipun sekarang saya baru tahu, bahwa kalimat itu terucap karena memang ibu tak cukup punya uang untuk membeli apa yg saya inginkan._

_Kalimat itu juga menyadarkan saya sekarang. Bahwa ibu saya begitu hebat luar biasa._

_Seandainya saya tidak dididik dengan kalimat_ *_"Sesuk yo le.."_*
_Mungkin saat ini saya akan menjadi pribadi yg tak sabaran, pribadi yg tak mengenal rasanya menahan diri, bersyukur dan berani berjuang._

_Ini sekaligus bisa menjadi pelajaran bagi kita semua._
_Di tengah jaman yg serba penuh dengan barang mewah saat ini. Memancing kita untuk setiap saat jadi gampang pingin._ _Pingin hp baru, mobil baru dsb._

*_Alhasil, bagi mereka yg tak sanggup menahan diri.._*
*_Pilihan singkat pun diambil, "Ngutang, nyicil, kredit dan apapun namanya.._*
*_Yg sering kita dapati menjadi penyebab dari hancurnya kehidupan banyak keluarga dan hilangnya ketenangan dari banyak jiwa._*

_Insyaallah.. Yakin saja.., bahwa rezeki kita ada jalannya._
_Sabar saja kawan. Asal kerja keras, lalu pastikan harus halal._ _Insyaallah kelapangan rezeki akan hadir dalam kehidupan.._

_Tinggal sekarang,_
_Kita harus berani bilang ke diri masing-masing tatkala diri memang belum mampu memenuhi ini dan itu dengan kalimat :_ 

*```SESUK  YO  LE....```*

SESUK.YO LEE

_🐹🌤🍯_

_Gak tau siapa yang nulis.. tapi bagus juga loh.._

_*```"SESUK YO LE...."```*_

_Sewaktu kecil.. Saya tumbuh di pasar. Ibu saya berjualan es teh di pinggir pasar Klaten saat itu._

_Bagi kawan2 di Klaten, jika Anda tahu toko plastik sari utama. Di depan toko itulah ibu saya berjualan._

_Setiap hari saya di sana, karena saat itu tak ada orang lain yg merawat saya._
_Bapak saya merantau mencari nafkah dikota yg lain. Ibu memenuhi kebutuhan harian kami dengan berjualan es teh._

_Setelah sore kami pulang ke rumah kontrakan..._
_Dari pasar menuju rumah, banyak sekali toko-toko yg kami lewati dengan berjalan kaki. Dari toko makanan, jajanan, sampai mainan._

_Saat melewati toko mainan. Saya berhenti..namanya anak kecil. Pingin punya. Hampir selalu begitu. Berhenti sejenak melihat mainan yg dijajar._ _Sambil membayangkan punya salah satu dari itu. Sejenak tidak peduli dengan apapun sampai ibu saya mendekati lalu berkata,_
*_"Sesuk yo le..  (besok ya nak)"_*
_Dan kami pun berjalan lagi.._

_Saat melewati toko makanan juga demikian. Melihat ayam yg dibakar._ _Serasa ingin mencoba..namanya juga anak kecil._
_Dan makanan yg demikian tidak tentu kami makan sebulan sekali. Dan lagi.. Saya terdiam dan melihat. Sampai kemudian ibu saya datang mendekat dan berkata lagi,_  *_"Sesuk yo le.. (besok ya nak)".._*
_Dan kami pun berjalan lagi.._

_Melewati toko jajanan pun juga sama. Saya berhenti saat melihat barisan chiki ball yg dipajang di etalase toko._
*_Dan lagi kalimat ajaib   "Sesuk yo le.. (besok ya nak)".  Itu bisa membuat saya berjalan lagi._*

_Saya bersyukur dibesarkan dengan kalimat,_ *_"Besok ya nak..."_*
_Karena kalimat itu sudah mengajarkan saya untuk bersabar._
_Mengajarkan, bahwa tidak semua hal harus dimiliki saat ini jika memang belum mampu._

_Meskipun sekarang saya baru tahu, bahwa kalimat itu terucap karena memang ibu tak cukup punya uang untuk membeli apa yg saya inginkan._

_Kalimat itu juga menyadarkan saya sekarang. Bahwa ibu saya begitu hebat luar biasa._

_Seandainya saya tidak dididik dengan kalimat_ *_"Sesuk yo le.."_*
_Mungkin saat ini saya akan menjadi pribadi yg tak sabaran, pribadi yg tak mengenal rasanya menahan diri, bersyukur dan berani berjuang._

_Ini sekaligus bisa menjadi pelajaran bagi kita semua._
_Di tengah jaman yg serba penuh dengan barang mewah saat ini. Memancing kita untuk setiap saat jadi gampang pingin._ _Pingin hp baru, mobil baru dsb._

*_Alhasil, bagi mereka yg tak sanggup menahan diri.._*
*_Pilihan singkat pun diambil, "Ngutang, nyicil, kredit dan apapun namanya.._*
*_Yg sering kita dapati menjadi penyebab dari hancurnya kehidupan banyak keluarga dan hilangnya ketenangan dari banyak jiwa._*

_Insyaallah.. Yakin saja.., bahwa rezeki kita ada jalannya._
_Sabar saja kawan. Asal kerja keras, lalu pastikan harus halal._ _Insyaallah kelapangan rezeki akan hadir dalam kehidupan.._

_Tinggal sekarang,_
_Kita harus berani bilang ke diri masing-masing tatkala diri memang belum mampu memenuhi ini dan itu dengan kalimat :_ 

*```SESUK  YO  LE....```*

ENAKNYA JADI ORANG GENDUT

Enaknya jadi orang gendut....

*ORANG GENDUT*

1. *Orang gendut* dosanya lebih sedikit, jarang orang gendut yg jadi maling, karena mereka sadar gampang ketangkep ★☆★

2. *Orang gendut* rata2 lebih kaya daripada orang kurus, lihat boss2, konglomerat, mafioso, dll. Mana ada yg kurus? Besarnya lingkar pinggang mereka menandakan tingkat kesuksesan hidup mereka ★☆★

3. *Orang gendut* mempunyai tingkat kebisingan yg rendah: orang kurus ketika nubruk tembok akan menghasil suara "BRAAAKKKKKK!!!" sedangkan orang gendut hanya menimbulkan suara "mmmbuugghh" lalu "tooeeenk" :) "membal"

4. *Orang gendut* punya suara indah: lihat penyanyi seriosa yg punya suara tenor dan sopran, rata2 endut kan? Contoh: Pavarroti.

5. *Orang gendut* menyejukkan dunia: Ketika upacara ditengah terik matahari, pasti orang kurus berlindung dibalik bayangan orang gendut

6. *Orang gendut* lebih disayang ortu. Liat aja balita gendut lebih disukai ketimbang yg ceking: Aduch anak capa nie, koq endut bangeet "cubit2 pipi"

7. *Orang gendut* itu keren, ketika orang gendut, botak lagi, keluar dari sedan mewah, pasti langsung dikira juragan. Tapi kalo orang kurus yg keluar dari sedan mewah, "halah palingan supirnya..."

Itulah..jangan ngejek2 orang gemuk lagi yah..gemuk itu keren tau..
yang kurus jangan marah yaa, makan saja yg banyak yaa😜

*HIDUP GENDUT !!!* ✌🏽🏃🏿🏃🏿👍

ORTU HARUS BERUBAH KALO INGIN.ANAK HEBAT

KALAU MAU ANAK HEBAT, ORANGTUA HARUS BERUBAH!*

Saya sebenarnya sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang sayang saya tak tahu namanya. Di beberapa WhatsApp saya baca rekaman momen yang dia catat saat menerima seorang siswa SLB yang mencari alamat. Dari Jogja, anak SLB itu ditugaskan gurunya mencari alamat di Surabaya.

Itulah penentuan kelulusannya. Dosen tadi merekam momen itu yang menyebabkan kebahagiaan si siswa. Sewaktu didalami, pak dosen mencatat, anak itu tak boleh diantar, tak boleh pakai taksi atau becak. Harus cari sendiri walau boleh bertanya. Ya, seorang diri.

Saya pikir di situ ada tiga orang hebat.
*Pertama* adalah gurunya yang punya ide dan berani ambil risiko. Bayangkan, ini siswa SLB dan kalau dia hilang, habislah karir pak/bu guru itu. Apalagi kalau dia anak pejabat atau orang berduit. Kata orang Jakarta, ’’bisa mampus’’. Saya sendiri yang menugaskan mahasiswa satu orang satu negara pernah mengalami hal tersebut.

*Kedua*, orang tua yang rela melepas anaknya belajar dari alam. Ya, belajar itu berarti menghadapi realitas, bertemu dengan aneka kesulitan, mengambil keputusan, dan berhitung soal hidup, bukan matematika imajiner. Belajar itu bukan cuma memindahkan isi buku ke kertas, melainkan menguji kebenaran dan menghadapi aneka ketidakpastian.

Orang tua yang berani melepas anak-anaknya dan tidak mengganggu proses alam mengajak anak-anaknya bermain adalah orang tua yang hebat. Memercayai kehebatan anak merupakan awal kehebatan itu sendiri.

*Ketiga*, tentu saja si anak yang bergairah mengeksplorasi dan ’’membaca’’ alam. Anak-anak yang hebat adalah anak-anak yang berani keluar dari cangkangnya. Keluar dari rahim, dari selimut rasa nyaman, tidak lagi dibedong, digendong, atau dituntun. Berjalan di atas kaki dan memakai otaknya sendiri.

*Otak Orang Tua*

Tetapi, yang terjadi selanjutnya adalah sebuah tragedi. Semakin kaya dan berkuasa, orang tua semakin ’’menguasai’’ anak-anaknya. Pasangan diatur dan dipilih orang tua, jurusan dan mata kuliah, bahkan siapa dosennya, lalu juga di mana bekerja. Ini sungguh sebuah kelas menengah yang sudah kelewatan.

Bahkan, begitu bekerja, kita menemukan sosok-sosok yang, maaf, ’’agak bodoh’’. Katanya lulusan universitas terkenal, IPK tinggi, tetapi sama sekali tidak bisa mengambil keputusan. Dan di antara teman-temannya, mereka dikenal sebagai sosok yang tidak asyik, sulit ’’linkage’’ atau mingle dengan yang lain.

Setelah tinggal di mes, teman-temannya baru tahu. Ternyata, beberapa hari sekali ’’mami’’-nya menelepon dan nangis-nangis karena merasa kehilangan. Nasihat ’’mami’’ banyak sekali dan si anak terlihat takut. Disuruh nego soal gaji, dia pun nego, padahal kerja baru seminggu dan belum menunjukkan prestasi apa-apa. Begitu disuruh mami pulang, pulanglah dia tanpa izin dari kantor.

Anak saya sendiri sejak SMP sudah dididik mandiri. Maka saat di SMA, dia sudah tidak sulit mengambil keputusan. Bahkan saat kuliah di negeri seberang, dengan cepat dia bisa memilih tempat tinggalnya. Sedangkan anak seorang pegusaha butuh dua bulan. Waktu saya tanya mengapa, dia jelaskan bahwa setiap kali anaknya dapat rumah, ibunya menganulir.

Saya bayangkan betapa rumitnya pesta pernikahan anak-anak yang orang tuanya seperti itu. Tanpa disadari, mereka membuat otak anak-anaknya kosong, terbelenggu, tak terlatih. Semua itu adalah otak orang tua, bukan otak anaknya.

Namun, ketika kolom tentang dagelan orang tua saya tulis beberapa hari lalu itu beredar luas lewat media sosial, saya punya kesempatan untuk ’’membaca’’.

Mayoritas pembaca tertampar ketika dikatakan bahwa anak-anaknya hebat, tetapi telah merusaknya dengan memberikan pengawalan ’’superekstra’’. Namun, saya juga menemui orang tua yang bebal, yang mengancam saya harus diperiksa KPAI karena mereka menganggap anaknya yang sudah mahasiswa masih ’’di bawah umur’’.

Bahkan, ketika saya katakan, ’’Jangan Latih Anak-Anak Dijemput KBRI’’, mereka protes dengan dalih KBRI itu dibiayai negara, untuk melindungi anak-anak mereka. Ada juga yang sangat takut anaknya kesasar, jadi korban perdagangan manusia, diperkosa, dan seterusnya.

Terus terang, mereka itulah yang seharusnya berubah. Takut berlebihan bisa membuat anak-anak ’’lumpuh’’ dan bermental penumpang. Anak-anak itu merasa akan selalu pintar kalau di sekolah juara kelas. Padahal, pintar di sekolah tidak berarti pintar dalam hidup.

Kalau memang lokasi kunjungannya berbahaya, tentu bisa dipelajari. Anak-anak kita, khususnya mahasiswa (bahkan kelas 2–3 SMA), bisa diajak membaca lingkungan. Orang tua bisa memberikan advis, bukan mengambil keputusan.

Tetapi, harus saya katakan, melatih anak-anak berpikir dan mengambil keputusan sedari muda amatlah penting. Sepenting membangun pertahanan dan keamanan negara, kita butuh penerus yang cerdas dalam menghadapi kesulitan dan ketidakpastian. Sebab, itulah situasi yang dihadapi anak kita kelak pada abad ke-21 ini.

Saya juga dapat pesan dari guru besar perempuan UI yang disegani dan dari bupati Trenggalek. Dari guru besar UI, saya mendapat cerita bagaimana pada usia SMP dia sudah ditugaskan ayahnya menyusul sendiri ke Padang. Di sana, ayahnya yang tentara mendapat tugas baru. Dia pun harus mencari sekolah sendiri dan mendaftar sendiri.

Lalu, ketika setahun tinggal di sana, ayahnya ditugaskan panglima untuk tugas belajar ke Amerika Serikat. Tinggallah si anak harus merajut hidup dengan bekal seadanya di kota yang belum dia kenal. Tetapi, hasilnya, dia menjadi pemikir yang dikenal kaya dengan empati, bukan tipe manusia berwacana.

Sementara itu, dari Bupati Trenggalek Emil Dardak, saya mendapat proof bahwa apa yang dididik orang tua pada masa kecilnya amat bermanfaat untuk mengantarnya ke tugas hari ini. Ayahnya, Hermanto Dardak, mantan wakil menteri PU, sering mengajak Emil ke luar negeri kalau ada undangan seminar. Sesampai di kota itu, Emil ditugaskan jalan-jalan sendiri mengenal kota.

Emil menulis melalui WA ke saya, ’’Saya beruntung punya orang tua yang kuat jantung dan beri kesempatan untuk membangun masa depan yang saya mampu jalani, meski berisiko.’’ Anda tahu, bupati muda ini meraih gelar doktor dari Jepang pada usia 22 tahun.

Perjalanan hari ini membentuk anak-anak kita pada hari esok. Saya harap orang tua kelas menengah siap berubah. Janganlah khawatir berlebihan. Berikanlah kepercayaan dan tantangan agar mereka sukses seperti Anda. Sebab, rumput sekalipun, kalau tak tembus matahari, akan berubah menjadi tanah yang gundul.( shared by Cakpen)

--Rhenald Kasali

HUKUMAN YG TIDAK TERASA

♨️  *_HUKUMAN YANG TIDAK TERASA_* 🔥🔥🔥

Seorang murid mengadu kepada gurunya:
_"Syaikh, Betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita...???"_

Sang Guru menjawab dengan tenang:
_"Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak merasa...!!!"_

_"Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: *Sedikitnya taufiq  (kemudahan)* untuk mengamalkan ketaatan dan amal-amal kebaikan."_

Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari *"KEKERASAN HATINYA DAN KEMATIAN HATINYA!"*

*_Sebagai contoh:_*

>>Sadarkah engkau, bahwa Allah telah *mencabut darimu rasa bahagia dan senang* dengan
^ bermunajat kepadaNya,
^ merendahkan diri kepadaNya,
^ menyungkurkan diri di harapannya..?

>>Sadarkah engkau *tidak diberikan rasa khusyu'* dalam shalat..?

>>Sadarkah engkau, bahwa  beberapa *hari2-mu telah berlalu dari hidupmu tanpa membaca Al-Qur'an,* padahal engkau mengetahui firman Allah:

_"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah"_.

Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat-Ayat Al-Qur'an, seakan engkau tidak mendengarnya...!

>>Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang *sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah,* walaupun terkadang engkau begadang...

>>Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu *musim-musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst..* tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..??

*HUKUMAN APA LAGI YANG LEBIH BERAT DARI ITU...???*

*_Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..???_*

*_Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo'a kepadanya..???_*

*_Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..???_*

*Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..???*

>>Sadarkah engkau, yang *mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang remeh* pada yang haram..???

>>Sadarkah engkau, bahwa *Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..???*

Semua *bentuk pembiaran* ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah *beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu,* sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya...!!!

*Waspadalah wahai sahabatku,* agar engkau tidak terjatuh ke dalam dosa-dosa dan meninggalkan kewajiban-kewajiban.

Karena...
*HUKUMAN YANG PALING RINGAN* dari Allah terhadap hambaNya ialah:
_*"Hukuman yang terasa"* pada HARTA, atau ANAK, atau KESEHATAN._

Sesungguhnya *HUKUMAN TERBERAT* ialah:
_*"Hukuman yang tidak terasa"*_ pada KEKERASAN/KEMATIAN HATI, lalu ia TIDAK merasakan nikmatnya ketaatan, dan TIDAK merasakan sakitnya dosa._

Karena itu wahai sahabat2ku, *FAHAMI-LAH, lalu Perbanyaklah di sela-sela harimu, AMALAN AMPUNAN & TAUBAT, semoga Allah menghidupkan hatimu...*

(Diterjemahkan dari Taushiyah Syaikh Abdullah Al-'Aidan di Masjidil Haram)

#copas

CERITA KEBO

Sharing dr grup sebelah..
. 🐃 K A M U = K E B O 🐃.

Seorang Eksekutif Muda mengendarai sedan mewah menuju ke luar kota.
Saat melewati perbukitan yg berkelok, ia melihat sebuah truk dari arah berlawanan. Ketika berpapasan ditikungan jalan, pengemudi truk agak melambat, membuka kaca jendela dan berteriak dgn keras, "KEBO !"...
Eksekutif Muda tadi tersinggung.. Ia langsung membuka kaca jendela dan membalas dgn penuh emosi, "Kamu yg KEBO !!"
Dan ia terus memaki, "KEBO jelek tdk punya otak!! Dasar gembel!!"
Dan kemudian tancap gas lagi... Tiba2, saat mobilnya melewati tikungan, ada puluhan kebo yg bertubuh besar, turun dari perbukitan memenuhi jalan.... 🐃🐃🐃
Terlambat bagi si eksmud utk menghentikan mobilnya... Akhirnya mobilnya menabrak kebo seberat 300 kg........
Saat berusaha menghindari kebo lainnya, mobil mewah itu malah terguling dan jatuh kedalam lembah......
Ternyata, teriakan sopir truk tadi bukan ejekan, tetapi justru "peringatan" utk si eksmud, bahwa ada kawanan kebo yg akan melintas di jalannya
Ego seringkali menjadi bibit yg bisa memicu emosi.
Seperti kasus diatas, penyampaian yg tdk sesuai dgn kaidah di anutnya, dianggap tdk layak, tdk sopan dan kurang ajar.. Padahal ia berada diluar zonanya, berada dilingkungan yg berbeda, dgn sifat org yg berbeda pula..
Itu adalah area umum yg memiliki kultur dan kondisi yg berbeda..
Tidak semuanya dapat disesuaikan dgn keadaan dirinya. Akibatnya malah merugikan diri sendiri....
Jika anda memiliki ego yg tinggi dan temperamental, mari belajar utk mengalihkan emosi buta anda pada hal2 yg konstruktif..
Jangan langsung emosi saat menghadapi kondisi yg tdk sesuain dgn keinginan anda.
Belajarlah bersabar dan mencari tahu keadaan dibaliknya. Niscaya ini akan lebih menguntungkan anda...
Karna melampiaskan emosi, memang nyaman utk sesaat, tetapi bisa menjadi penyakit yg merugikan utk jangka panjang...
"MARI BELAJAR, CEPAT UTK MENDENGAR TAPI LAMBAT UTK BERKATA-KATA DAN LAMBAT UTK MARAH"
Semoga bisa bermanfaat utk kita semua. 🙏🏼
🐃🐃🐃🐃🐃🐃🐃🐃

Senin, 08 Agustus 2016

CIRI ORANG STRESS

😛😍😛👇🏿😛😍😛
             

             *CIRI  - CIRI*
      *orang stress berat*

😛1. *Di Warteg* :
- Ada ayam Mbak....?
- Ada Mas Jefry....  ,
mau pesen berapa..?
- Usir Mbak......!
Saya mau makan.... !

😛2. Lagi apa Zen..?
- Nulis surat buat Nila, Bu….....?!
- Lho kamu kan belum bisa nulis......?
- Gpp bu, Nila juga belum bisa baca....?!
😛3. Donny, kamu di teras ya...    ?
- Iya, Ma.........
- Lampu terasnya hidup gak......?
-Gak tau, Ma.....…
Disini gelap banget soalnya........

😛4. Yongke...... !
Siram bunga sekarang....... !
- Lagi ujan loh, Ma….!
- Jangan banyak alasan.......!
Kan bisa pakai payung......... ?!

😛5. Ayah….....
- Ya, Rief.......?
- Berapa sih biaya untuk menikahi cewek........?
- Kurang tau tuh Nak.!
Sampai sekarang ayah masih terus membayar ke Ibumu.....

😛6. Pah, si Sunar nelen koin cepek......! Cepat bawa ke dokter........!
- Mama udah gila ya? Bayar dokter 200 ribu cuma buat ngeluarin koin cepek.......?

😛7. Mau pesen apa Bang Hamda ......?
- Tehnya satu yaa Mbak…......
- Manis gak Bang Hamda....?
- Gak perlu manis, yang penting setia Mbak... ?!

😛8. Hallo Pak Polisi, saya Maya.......
- Ada yang bisa di bantu.......?
- Ada kecelakaan Pak.......!
- Di mana......?
- Di TV Pak.......! Buruan lihat Pak, nanti keburu iklan....!                                       
😛9. Bang Tommy..., lagi ngapain..... ?
- : Ngegambar
+ : Ngegambar apaa.......?
- : Segitiga sama kaki........
+ : Hebat loe Bang..., gua ngegambar segitiga sama
tangan aja susah....!

😛10. Bang Sam.., bener di sini cuci mobil 24 jam......?
- : Bener Mas......
+ : Gak jadi aahhh...!
- : Lhaahh......, kenapa emang.......?
+ : Abis..., nyucinye lama amat sampai 24 jam........?!
Di-mana-2 juga gak sampe 1 jam.........?!

😛11. *DITILANG POLISI*
+ : Mana surat-suratmu Diana........?!
- : Maaf Pak......., Saya sekarang udah gak pakai surat......,
Saya sekarang pakai email.........
+ : ".........????.......".  

😛12. *MIMPI*
+ : Halim mimpi dikejar-kejar anjing.... ..
- : Udah-lahh........, cuma mimpi..….,
Ayo tidur lagi......!
+ : Gak mau.......!
- : Kenapa........?!
+ : Takut anjingnya masih nungguin......

😛13. *NANYA ALAMAT*
+ : Neng Retno..., tinggal di-mana.......?
- : Dirumah Bang...
+ : Bukan itu..., maksudnya rumah-nya dimana.......?
- : Ya ditinggallah Bang....   !,
masa saya bawa.... ?

😛14. *NASI GORENG*
+ : Bang..., nasi goreng sepiring berapa......?
- : Waduh Neng Sri...., gak pernah saya itung tuh nasinya......?!
+ : "..........???

😛15. *Guru* : Yuni, coba ceritakan sejarah Diponegoro.....
Yuni : Gak ah Pak....
Guru : Loh, kenapa..?
Yuni : kata Kakek saya, gak baik ngomongin orang yang sudah meninggal..... ?

😍💃🏻😍👋🏿😍💃🏻😍