Minggu, 13 Maret 2016

DUNIA YANG TERBALIK


D U N I A   Y A N G T E R B A L I K

Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.

Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.

Lebih serem orayng berjenggot, dari pada yang tatoan.

Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.

Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang zina.mabok2an dan judi.

Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.

Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.
😞😞😞😞
Yang nyunnah – radikal
Yang nyeleneh – toleran

Yang jilbab syar’i – ekstrem
Yang ga pake jilbab – cantik

Yang muda sholat 5 waktu – diWaspadai
Yang muda ga sholat – di bilang netral

Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris
Yang jenggotan rajin dugem – keren

Yang ke majelis ta’lim – Fanatik
Yang ke bioskop harian – gaul

Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan
Yang hapal banyak musik – hebat

Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini – imutnya

Yang pakai baju koko – sok alim
Yang ga pake baju – jantan

Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz
Yang hariannya ghibah – up to date

Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan
.
Buka Mata Hati Anda hai manusia!

ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
(HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam  menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .

Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian

Maka segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan..
(Shared by Cakpen 14/3/16)

WARUNG RAKYAT

Gerakan "Mari berbelanja di warung tetangga!"

Berbelanja kebutuhan harian, mingguan atau bulanan keluarga, biasanya kita lakukan di hari libur. Tetapi, bijakkah kita bila membeli jauh2 ke pusat belanja "modern"?
Coba tengok kebiasaan kita ini. Belanja di swalayan IndoMart atau AlfaMart, semua barang memang terpampang. Tapi, hampir tak ada interaksi kemanusiaan. Apalagi pertemanan dan persaudaraan. Bertahun-tahun kita menjadi pelanggan, yang bahkan dibuktikan dengan "kartu pelanggan", tapi sungguh penjualnya tetap tidak kita kenal. Bahkan pelayanpun kita tak tahu siapa, apa dan bagaimana kehidupan mereka. Komunikasi hanya dengan "pelayan", ingat bukan "penjual". Dan hanya seputar transaksi saja. Itupun sekarang diwakili dengan tulisan.

Sementara ketika kita membeli di warung tetangga, selain dekat, juga ada interaksi sosial kemasyarakatan yang akrab. Ada "obrolan", bukan sekedar transaksi barang yang menghilangkan nilai sosial kemanusiaan kita. Kita jadi tahu, kenal dan dekat dapat silaturahmi dengan masyarakat dan lingkungan. Komunikasi beginilah yang manusiawi. Yang menghubungkan antar orang, komunitas dan masyarakat. Bukan sekedar barang, angka penjualan dan plastik kemasan.

Membeli di warung tetangga akan menumbuhkan kekuatan ekonomi keluarga itu. Kita jadi berperan bagi tegaknya ekonomi dan ketahanan sebuah keluarga. Suami, istri dan anak2nya. Dan mereka, berperan sebagai penjual. Berwirausaha. Bukan sekedar menjadi pelayan alias babu dari para pemilik modal kapitalis liberal yg berdalih seragam karyawan...
Bayangkan, sampai umur berapa toko2 modern "mau" mempekerjakan para pelayan ini? Cuma saat usia muda. Sedang dengan menjadi "penjual", sebenarnya mereka akan "terhidupi" Bahkan sampai anak-anak mereka dewasa.

Belum lagi soal efektifitas budget kita. Bayangkan, saya pernah uji coba, membawa uang 100 ribu dan pergi ke toko swalayan modern. Ternyata kurang! Dan lihat belanjaannya. Saya banyak membeli barang yang tak perlu. Karena godaan iklan dan penataan, saya melakukan pemborosan!

Sedang ketika saya ke warung tetangga, uang 100 ribu masih sisa. Barangnya pun sangat fungsional, benar-benar kebutuhan pokok. Dan saya mendapatkan bonus ungkapan penjual yang membahagiakan, "Alahamdulillah  syukur ya, pagi2 sudah ada yang belanja 75 ribu.... makasih ya bu", sambil tersenyum tulus...
Sungguh itu bonus yang lebih mahal daripada sekedar "obral dan diskon ngakali" yang penuh strategi bisnis.

Jadi berpikirlah sebelum berbelanja! Shopping lah di warung tetangga atau pasar tradisional. Nikmatilah sisi kemanusiaan anda. Disitulah "rekreasi sebenarnya".Jangan buang waktu anda di swalayan dan supermall modern hanya untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga anda. Warung tetangga jauh Lebih murah, manusiawi, menumbuhkan ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan ada nilai silaturahmi antar tetangga.
Mau umur panjang dan banyak rejeki? Mari biasakan berbelanja di warung tetangga baik kita...

Sekali lagi " Ayo Selamatkan Warung/Toko dan Pasar Tradisional di sekeliling kita"!

Mohon dishare ya.

"GERAKAN BELANJA DI WARUNG TETANGGA"
(Shared by Cakpen 13/3/16)

HAKIKAT BERSYUKUR

(Pagi pagi dapat share mutiara hikmah, sayang kalo.gak di posting dan share go..monggo disimak)...

"Apa yang Kita Cari Dalam Hidup ini."

◆Kita hidup di Gunung🌋 Merindukan Pantai...🌊
◆Kita hidup di Pantai🌊 Merindukan Gunung...🌋
◆Kalau Kemarau ☀kita tanya kapan Hujan☔?
◆Di Musim Hujan ☔kita tanya kapan Kemarau☀?
◆Diam di Rumah🏪 inginnya Pergi✈🇺🇸🇬🇧🇩🇪🇨🇦🇨🇭
◆Setelah Pergi✈ inginnya Pulang 🔙ke Rumah..🏡
◆Waktu Tenang🔕🔇 Cari Keramaian...🎉🎧
◆Waktu Ramai 🎊🎉🎧 Cari Ketenangan...🔇🔕🏡

◆Ketika Masih Bujang🚶 Mengeluh ingin Nikah 👰💍👔 Sudah Nikah 👫, Mengeluh Belum Punya Anak👫, Setelah Punya Anak 👫👭 Mengeluh Betapa Beratnya. 😁 Biaya 💶 Hidup dan Pendidikan...

Ternyata SESUATU💭 itu Tampak indah 🌈💐🌺 Karena Belum Kita Miliki...

◆Kapankah Kebahagiaan 🎁🎉 didapatkan Kalau kita Hanya Selalu Memikirkan Apa yang Belum Ada💬💬, Tapi Mengabaikan Apa yang Sudah kita Miliki...🏡🏢💶💰🚘
Jadilah Pribadi 👦👧 yang SELALU BERSYUKUR...(Menerima) 🙏
dengan Rahmat yang Sudah Kita Miliki...

Mungkinkah Selembar Daun yang Kecil 🍃 Dapat Menutupi Bumi 🌏 yang Luas ini..??
Menutupi Telapak Tangan✋ Saja Sulit...

Tapi Kalo Daun Kecil 🍃 ini Nempel di Mata 👀 kita, Maka Tertutuplah “BUMI" dengan Daun tsb,

Begitu juga Bila Hati💜 ditutupi Pikiran Buruk 😈 Sekecil Apa pun, Maka kita Akan Melihat Keburukan 🔥💥👹👺dimana-mana,
Bumi ini 🌏 Pun Akan Tampak Buruk..👿

Jangan Menutup Mata😑 kita, Walaupun Hanya dgn Daun🌱 yang Kecil...

Jangan Menutupi Hati❤ kita, dengan Sebuah Pikiran Buruk🐍👹 Walau Cuma SeUjung Kuku...💅

SYUKURILAH 🙏 Apa yang Sudah Kita Miliki, Sebagai Modal Untuk MeMULIAkan-NYA...

Karena Hidup adalah : 
WAKTU⏰ yang diPinjamkan,
dan Harta💰 adalah BERKAT yang diPercayakan...
dan...Semua itu Kelak  Akan di Mintai Pertanggung Jawaban.

Bersyukurlah Atas Nafas😤 yang Masih kita Miliki...
Bersyukurlah atas Keluarga 👬👭 yang Kita Miliki...
Bersyukurlah atas Pekerjaan 👮👷🚵🏂🏫🏢🚅🚎 yang Kita Miliki...
Bersyukur & Selalu Bersyukur di dalam Segala Hal..😘💋

Berbahagialah dengan Mensyukuri & Menikmati Apa yg Kita Miliki..�<3 <3.
(Shared by Cakpen 14/3/16)

HIKMAH NABI SULAIMAN

Dik Natsir, kalimah "RAHMAN RAHIIM" adalah misi asmaul husna yg pertamakali dibawa oleh Nabi Sulaiman, berupa kalimah "BASMALAH" utk pembuktian mukjizat "GHANIYYUN KARIIM .... KAYA KEAJAIBAN". Secara substansial Rahman Rahiim berarti "Pengatur Maha Teliti" sbg prasyarat bagi pemimpin pemerintahan yg ingin efektif seperti Nabi Sulaiman, beliau jg punya karakter "NI'MAL ABDI" yakni karakter pemimpin yg nikmat bila memimpin, nikmat di mata, nikmat di telinga, nikmat di perasaan dan nikmat di harapan, model karakter pemimpin spt ini utk sementara dimiliki oleh "WONG NJOWO" mengingat wong njowo punya kepekaan asmaul husna "LATIFUN KHOBIR ..... YANG SENSITIF MENGABARKAN" sbgmn dimiliki oleh Ahlul Hikmah Lukman Hakim, Pengaturan dan Sensitifitas memang harus dimiliki oleh pemimpin yg ingin sukses, dan sifat ini tidak ada pada sosok Ahok, tentu para pendukungnya punya karakter yg mirip dg yg didukungnya, yakni "TAK MAMPU MENGATUR PERILAKU DAN TAK SENSITIF TERHADAP DERITA SESAMA" ..... tunggulah kehancuran negerimu bila hawa nafsumu menjadi juru nasehatmu ..... "QOLBUN SALIM" taruh aja di jamban biar sesuai dg mulut calon pemimpinmu 🙏💙💙💚 (Shared by Cakpen 13/3/16)

PROMO NERAKA

Seorang penjahat tertembak oleh polisi dan koma di rumah sakit. Kemudian dia bermimpi dibawa malaikat ke neraka. Tapi ia  terkejut karena di neraka begitu ramai. Banyak orang berdisco, minum, judi, banyak pula artis-artis cantik, dll. Langsung saja ia cepat-cepat ingin masuk, tapi ditahan oleh Iblis penjaga pintu, "Tunggu dulu! Waktumu belum tiba. Kembalilah ke dunia, buatlah yang lebih jahat lagi maka kau pasti masuk neraka.

Akhirnya ia dikembalikan ke dunia dan sembuh dari komanya. Dan benar saja ia berbuat lebih jahat dan ditembak mati polisi. Ia diantar Iblis masuk neraka. Tapi ia terkejut karena di dalam neraka banyak api dimana-mana, bau amis darah dan banyak binatang berbisa, banyak teriakan minta tolong.

Bingung dan ketakutan penjahat itu, "Loh, waktu yang lalu neraka tidak begini?" protesnya.
Iblis tersenyum dan dengan enteng berkata, "Oh, waktu itu kita Lagi Promo, Broooo !".....(Shared by Cakpen 13/3/16)

HATI HATI KALO MAKAN BAKSO

Sekilas info, semoga bermanfaat

HATI HATI KALO MAU MAKAN BAKSO...

Bakso memang salah satu pilihan jajanan yang digemari. Semua orang tua muda laki-laki perempuan doyan menyantap bakso. Murah, enak, dan mengenyangkan...
Tapi pengalaman teman saya ini mungkin bisa menjadi pelajaran, agar kita lebih berhati-hati memakan bakso..

Singkat cerita, teman ini membeli bakso di penjual keliling yg lewat di depan rumahnya. Bukan penjual langganannya, tetapi karena lapar, ia tetap membeli bakso di penjual tersebut..
Bakso ditaruh di mangkok milik teman saya sendiri, lalu si penjual beranjak pergi setelah dagangannya dibayar teman ini..
Lalu si teman ini masuk ke rumahnya, berniat segera memakan bakso tersebut..
Tetapi karena kurang hati-hati, baksonya tumpah dari mangkok. Batal deh makan bakso...

Itulah pelajaran yg bisa kita dapat dari pengalaman teman saya ini.
"Hati-hati kalo mau makan bakso. (Shared by Cakpen 13/3/16)

BEDA RIBA DAN HUTANG

Yang masih bingung antara hutang piutang (qardh) n kerjasama (mudhorobah;musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut:

▶▶▶▶

👳🏽 Gimana kabarnya mbak?
🌺Sehat dek, alhamdulillah.

👳🏽 Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.
🌺Apa apa dek...apa yang bisa tak bantu.

👳🏽 Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.
🌺 Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek?

👳🏽Tambahan modal mbak. Dapat order agak besar, modal saya masih kurang. Bisa bantu mbak?
🌺Mmm..mau dikembalikan kapan ya?

👳🏽 InsyaAllah dua bulan lagi saya kembalikan.
🌺 Gitu ya. Ini mbak ada sih 20juta. Rencana untuk beli sesuatu. Tapi kalau dua bulan sudah kembali ya gak apa-apa, pakai dulu aja.

👳🏽 Wah, terimakasih mbak.
🌺 Ini nanti mbak dapat bagian dek?

👳🏽 Bagian apa ya mbak?
🌺Ya kan uangnya untuk usaha, jadi kan ada untungnya tuh. Naa..kalau mbak enggak kasih
pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan?
*tersenyum penuh arti*

👳🏽 Oh, bisa-bisa. Boleh saja kalau mbak pengennya begitu. Nanti saya kasih bagi hasil mbak.
🌺Besarannya bisa kita bicarakan.
Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.

👳🏽 Tapi akadnya ganti ya mbak. Bukan hutang piutang melainkan kerjasama.
🌺Iyaa..gak masalah. Sama aja lah itu. Cuman beda istilah doang.

👳🏽Bukan cuma istilah mbak, tapi pelaksanaannya juga beda.
🌺Maksudnya??

👳🏽Jadi gini mbak: kalau akadnya hutang, maka jika usaha saya lancar atau tidak lancar ya saya
tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha
saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau
merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya
tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.

🌺Waduh, kalau gitu ya mending uangnya saya deposito kan tho dek: gak ada resiko apa2, uang
utuh, dapat bunga pula.

👳🏽Itulah riba mbak. Salah satu ciri2nya tidak ada resiko dan PASTI untung.

🌺Tapi kalau uangku dipinjam si A untuk usaha ya biasanya aku dapet bagi hasil kok dek. 2% tiap
bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku
kembali 10juta+400ribu.

👳🏽Itu juga riba mbak. Persentase bagi hasil ngitungnya dari laba, bukan berdasar modal yang disertakan.Kalau berdasar modal kan mbak gak tau apakah dia beneran untung atau tidak.

Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu apa bedanya sama deposito?

🌺Dia ikhlas lho dek, mbak gak matok harus sekian persen gitu kok.

👳🏽Meski ikhlas atau saling ridho kalau tidak sesuai syariat ya dosa mbak.

🌺Waduh...syariat kok ribet bener ya.

👳🏽Ya karena kita sudah terlanjur terbiasa dengan yang keliru mbak. Memang butuh perjuangan untuk mengikuti aturan yang benar. Banyak kalau tidak berkah bikin penyakit lho mbak.hehe.

🌺Hmmm...ya sudah, ini 20juta nya hutang aja. Mbak gak siap dengan resiko kerjasama. Nanti dikembalikan dalam dua bulan yaa.

👳🏽Iya mbak. Terimakasih banyak mbak. Meski tidak mendapat hasil berupa materi tapi insyaAllah
mbak tetap ada hasil berupa pahala.
Amiiin..

▶▶▶▶▶▶

Kl cuma bicara anti riba.... burung beopun juga bisa.

Kl cuma diskusi masalh ekonomi umat... ngbrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik.

Ayuuu hidupkan ekonomi mikro.. berikan pancingan bukan ikan.

investasi dunia akhirat

Notes : perhatikan dlm bisnis akad kerjasama kah?? Atau akad peminjaman uang.. ini 2 hukum islam yg berbeda dn efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?

Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.

Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?

Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-.

Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.

Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.

Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah.

Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?

Semoga bermanfaat
(Shared by Cakpen 13/3/16)