Rabu, 02 November 2016

DOA HARI JUMAT

🎀 *_"SEUNTAI DO'A DI JUM'AT PENUH BERKAH "_* 📿

*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم* 

*اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.*

*ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA 'ILMAN NAAFI'AN, WA RIZQAN THAYYIBAN, WA 'AMALAN MUTAQABBALAN.*

🌹 *_Yaa ALLAH ..._*
_Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang halal, dan amal yang diterima._

🌹  *_Yaa ALLAH ..._*
_Kami bersyukur kepadaMu karena telah menjaga tidur kami dan membangunkan kami kembali di pagi jum'at ini._

😢 _Engkau telah ijinkan kami kembali memulai hari jum'at yang indah ini._

😢  _Kami mohon pagi ini untuk berbagi dengan orang-orang di sekeliling kami._

😢  _Jadikanlah mereka nyaman berada didekat kami._

😢  _Jadikanlah hari ini penuh keindahan, keindahan dengan rahmatMu yang berlimpah._

😢  _Berikanlah hati kami kedamaian, ketenangan dan keiklasan._

😢  _Berikanlah kami kejernihan pikiran sehingga dapat dengan bijak dan sabar menyikapi segala ujianMu._

🌹  *_Yaa RABBANA ..._*
_Jadikanlah apa yang kami lakukan hari ini sebagai amalan untuk bekal kami menghadapMu kelak._

🌹  *_Yaa RABBANA..._*
_Tegarkanlah hati dan badan ini untuk tetap berjalan dalam naungan CahayaMu._

😢  _Hilangkan kelelahan kejenuhan dalam diri kami sehingga kami bisa memberi yang terindah bagi keluarga, sahabat dan saudara kami semua._

🌹  *_Yaa ALLAH ..._*
_Berikanlah kasihMu, Rahmat Mu, PerlindunganMu, CahayaMu untuk saudara-saudara kami tersayang yang membaca untaian do'a ini._

☺  _Berkahilah umurnya ..._
_Berilah kesehatan padanya._
_Angkatlah penyakitnya._
_Murahkanlah rizqi padanya._

*ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة و قنا عذاب النار*

           🌺 *_"Selamat Beraktifitas di hari  jum'at bagi kaum muslimin, penghulu segala hari"_*

*_Semoga apa yang kita kerjakan hari jum'at ini mendapat Ridha dan Barakah dari ALLAH SWT._*

*آمين.. آمين.. آمين يَآرَبْ العالمين*
ْ
                  🙏🏽😘🕌🌷

KETIKA ISLAM MENJADI ADIDAYA

Bagus nih sebuah tulisan dari sebelah...

Copas dari Prof Jimly Ǎ Shidiqie
*BIARKAN SEJARAH BICARA*
_Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya_

Penyerahan kunci *Istana Al-Hambra oleh Sultan Muhammad As-Shaghir kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella* pada 2 January 1492 M menandai berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol. Itu artinya, secara politik Islam sama sekali tidak memiliki hak terhadap Spanyol.

Namun berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol tidak serta merta mengakhiri kisah kaum muslimin di negeri itu, penyerahan kekuasaan justru merupakan awal dari sejarah kelam kaum muslimin di sana. *Piagam Granada yang menjanjikan kebebasan beragama bagi kaum muslimin* rupanya tidak berumur panjang.

_Pada tahun 1502 umat Islam diberi dua opsi, mameluk Kristen atau pergi meninggalkan bumi Spanyol._ *Artinya, menetap di Spanyol dengan tetap memeluk agama Islam sama artinya dengan bunuh diri.*

Banyak kaum muslimin yang memilih meninggalkan Spanyol, namun tidak sedikit yang memilih pindah agama secara dzohir, namun tetap beribadah secara Islami dengan sembunyi-sembunyi. Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai *kaum Moriscos.*

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan kaum Moriscos dianggap sebagai sebuah ancaman. Sehingga antara tahun 1508-1567 keluar sejumlah peraturan yang melarang segala hal yang bernuansa Islam, baik pakaian maupun nama. Penggunaan bahasa Arab juga dilarang. Anak-anak kaum muslimin dipaksa untuk menerima pendidikan dari para pendeta Kristen.

_*Puncaknya pada tahun 1609-1614 sebanyak 300.000 Moriscos diusir dari Spanyol oleh Raja Philip III.*_ Benar-benar sebuah kenyataan sejarah yang pahit dan menyedihkan.

Dari Spanyol mari kita pindah ke belahan bumi yang lain, tepatnya ke Turky tempat dimana kekhalifahan Ottoman berpusat. Setelah mendengar penyiksaan yang dilakukan penguasa Spanyol terhadap kaum muslimin, Sultan Salim I marah besar, dia mengeluarkan Dekrit yang berisi perintah kepada seluruh penganut Yahudi dan Nasrani yang berada di bawah kekuasaannya untuk memilih satu dari dua opsi, tinggal menetap dengan catatan memeluk agama Islam atau pergi meninggalkan Tanah Kekhalifahan. _Mendengar Dekrit tersebut, *Syaikh Ali Afandi At-Tirnabily selaku Mufti Ottoman* saat itu menyampaikan penolakannya terhadap Dekrit Sultan._
Mufti menjelaskan bahwa Dekrit tersebut tidak boleh dilaksanakan sekalipun kaum muslimin disembelih di negeri-negeri Salib. _*Mufti juga menjelaskan bahwa selamanya tidak ada paksaan dalam beragama.*_

Akhirnya Sultan Salim menarik keputusannya dan membiarkan penganut Yahudi dan Nashrani tinggal dengan aman dan damai di bawah pemerintahannya. Iya, mereka semua tinggal dengan aman dan damai _disaat pemerintah Spanyol menyembelih ratusan ribu kaum muslimin di negaranya._

*Allahu Akbar..!!!* _Betapa agungnya Islam.._

_Batapa agungnya peradaban Islam…_

Sikap Sultan Salim yang tunduk pada rambu-rambu keislaman sudah cukup sebagai jawaban bahwa _*Islam bukan teroris, namun sebagai rahmatan lil 'aalamin.*_ Dimana bila Islam berkuasa, dia akan menjadi pengayom bagi semua.

Andai Islam intoleran seperti yang mereka tuduhkan, tentu tidak akan satu Yahudi atau satu Kristenpun yang tersisa di tanah Andalus, Turky, Mesir, Lebanon, Jordan dan sejumlah negara lainnya saat Islam berkuasa di sana.
Inilah sejarah kami…

*JADI ITULAH  TOLERANSI YG DIAJARKAN KEPADA KAMI*

Sumber bacaan:
_1. Tarikh Al-Muslimiin Fi Al-Andalus. DR. Muhammad Suhail Thaqus. Penerbit: Daar A-Nafais_
2. Udzama’ Al Mi’ah. Jihad At-Turbany. Penerbit: Daar At-Taqwa
_________
Madinah 02-08-1436 H
Mari kita share ttg sejarah ini  🌷

INI AKAN BERLALU

Copas dr sebelah,....
🔋 Hadza Sayamurru

هذا سيمر

Pada suatu hari, seseorang meminta tukang emas yang tua renta untuk membuat cincin dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Ia berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa di simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidupku"

Setelah jadi, pemesan mengambil emasnya dan ia membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "Hadza Sayamurr (هزا سيمر) –Ini akan Berlalu–"

Awalnya ia tidak paham dengan tulisan itu sampai suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, tak sengaja ia membaca tulisan di cincin itu "INI AKAN BERLALU", lalu ia pun menjadi lebih tenang

Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu "INI AKAN BERLALU", lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika kita mempunyai masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat "INI AKAN BERLALU"

📝
Akhirnya ia tersadar bahwa
Tidak ada satupun di dunia ini yang abadi. Jadi, ketika kita punya masalah, jalanilah dan janganlah terlalu bersedih.

Demikian juga tatkala kita sedang senang, nikmati dan syukuri.

Ingatlah, apapun yang kita hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

🌸 Untuk itu:

◾Tetaplah SEJUK di tempat yang Panas.
◾Tetaplah MANIS di tempat yang begitu Pahit.
◾Tetaplah merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar.
◾Tetaplah TENANG di tengah Badai yang paling Hebat.

Hadza Sayamurru

Semoga bermanfaat
Aamiin yaaRobbal'aalamiin

Minggu, 30 Oktober 2016

WASPADA CINA RAYA

Sedikit agak panjang, mungkin perlu buat sekedar pengetahuan.

*WASPADA POLITIK CINA RAYA.*
Oleh : M.HATTA TALIWANG
Dir. Institut Soekarno   Hatta

PENGANTAR.
Sebagai pengantar tulisan ini saya kutip tulisan saya yang lalu lalu.

MENGAPA SEBAGIAN  ORANG CINA HOBBY "BETERNAK PENGUASA" ?

Ini kisah singkatnya :                             
Lu Bu Wei,  Perdana Menteri Dinasty Qin yg menjadi peletak dasar menyatukan China, bertanya pd papanya:
" Berapa untungnya bertani?" Jawab papanya :  "10 kali lipat".       
"Kalau berdagang emas?"
Jawab papanya lagi :  "100 kali lipat.". 

"Oohh kalau membantu seseorang menjadi Penguasa/Pejabat?"
Jawab papanya lagi : "  "Wah wah tak terhitung untungnya." 

Itu dialog Lu Bu Wei dg papanya pd abad ke 3 SM. Makanya ada Cu Kong ( asal kata Zhu artinya pemilik dan  Gong artinya semacam Datuk/Gelar Kehormatan. Panggilan kehormatan zaman dulu yg membiayai orang2 tertentu menjadi  Penguasa (anggota Parlemen, Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Polisi,Panglima Tentara dll).
Jd soal Cu Kong bukan hal baru.

Jadi sekarang kita faham mengapa ada Datok Liem Siu Liong di Era Pak Harto, Datok Murdaya Pho di Era SBY atau Datuk Tahir di era Panglima TNI Muldoko.

2. PERANAN TAOKEH MENDANAI "PILKADA" DI ZAMAN KOLONIAL BELANDA.

Demi menciptakan sistem ketergantungan kalangan Pangreh Praja(Birokrasi/Pemerintah) terhadap pemilik dana, maka diciptakan sistem uang semir dlm pengangkatan  Lurah hingga Bupati.

Dalam buku 'Sejarah Ekonomis Sosiologis Indonesia' jilid kedua, terbitan P.N Pradnja Paramita: 1970, Prof Dr. D.H. Burge dan Prof. Dr. Mr. Prajudi (buku yg terdiri dari 2 jilid ini tersedia di Perpustakaan UI Depok, dan bisa diakses oleh siapa saja) menuturkan bahwa seorang calon Lurah  harus memiliki uang 700-1000 gulden . Uang tersebut sejumlah 200 gulden 'dipersembahkan' kepada Bupati, untuk Wedana 100 gulden, dan untuk Jurutulis Controleur 25 gulden. Sisanya untuk 'mensejahterakan' eselon lainnya yang terkait dalam struktur kepangrehpradjaan. Hanya untuk menjadi  Lurah, dana ilegalnya bisa sebanyak itu.Berapa besar utk menjadi Wedana atau Bupati?

Muncul pertanyaan darimana dana tersebut diperoleh?
Jawabannya diperoleh dari pinjaman kepada Cina yang kala itu disebut Taokeh(Tauke). Bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang diperlukan oleh seseorang utk menjadi Camat, Asisten Wedana, Wedana, Patih smpai Bupati.

Seorang Taokeh pada masa itu  dapat mendanai tiga atau empat Lurah. Demikian pula seorang Taokeh dapat mensponsori dana ilegal untuk Bupati.  Setelah 'Pilkada' di masa kolonial,  'Taokeh' selalu menuntut balas jasa ke penguasa.Tentu dlm bentuk "proyek" dll. Jadi hubungan "simbiosis mutualistik" antara pemilik modal dg penguasa, antara ASENG dg ASONG sdh berakar ratusan tahun di Tanahair. Dipercanggih dg KKN dimasa ORLA, ORBA, ORDEREF.

*1.Kawatir dominasi Cina dengan  konsep CINA RAYA*

John Memphi merumuskan ada 5 problem Cina atau
*5 CHINESE PROBLEM IN THE WORLD* .

1. First Emporium, *RRC* - Mainland China  (Mother Land - Tanah Leluhur).

2. Second Emporium, *TAIWANESE* (Capital - Modal).

3. Third Emporium, *SINGAPOREAN* (Trade - Dagang).

4. Fourth Emporium, *OVERSEAS CHINA* (Brotherhood - Persaudaraan).

5. Fifth Emporium, *DOMESTIC CHINA* (China Town - Pecinan).

Stressing tulisan ini berkaitan dg peranan RRC dan Cina Rantau di Indonesia.

Republik Rakyat Cina (RRC) merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Dunia.Dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),  pada tahun 2015 RRC berpenduduk 1.367.485.388 jiwa.  Artinya ada 1,37 miliar yang harus dikasi makan tiga kali dalam seharai.
Sekarang RRC memang sudah menjadi negara kekuatan baru di Dunia. Predikat itu diperlihatkan oleh indikator pembangunan RRC pada aspek ekonomi, politik, militer, dan  budaya yang makin kuat. Sedangkan di lain pihak, sejarah bangsa ini  menunjukkan bahwa selama sejak 5 ribu tahun lamanya hingga saat ini dilaluinya dengan pertarungan demi pertarungan dengan sesamanya serta dengan bangsa-bangsa lainnya di Dunia. 

Jumlah penduduk RRC 1,37 miliar itu belum termasuk warga Cina perantauan (Overseas Chineese) pada tahun 2008 diperkirakan berjumlah 300 juta jiwa  yang memencar di seluruh penjuru dunia. Di berbagai negara mereka sudah sangat exist terutama pada aspek ekonomi. Bila dulu Kaum Yahudi terpencar ke banyak wilayah di Dunia meskipun  mereka sendiri tidak menginginkan, maka Pemerintah Cina dengan sengaja mendiasporakan rakyatnya ke seluruh penjuru dunia. Faktor kesengajaan politis itu,menyebabkan banyak pihak di dunia menyebut sebagai skenario RRC di luar negeri. Atau dengan perkataan lain disebut juga kebijakan politik luar negeri RRC. Berhubung kesengajaan itu membawa misi politik luar negeri RRC, atau oleh karena faktor skenario, maka jelas faktor kesengajaan RRC memotivasi bangsanya untuk melakukan Overseas memiliki tujuan politik luar negeri RRC yang lebih besar.

Warga  Overseas Chineese  itu di banyak negara menguasai sumber daya negara lain dengan nafas post neo-colonialism. Contohnya antara lain di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Skenario besar itu  (Overseas Chineese yang disengaja) tentu melibatkan negara RRC dan dapat diperjelas dengan istilah bahwa Overseas Chineese adalah juga  planted agent RRC di luar negeri. Maka tak keliru bila banyak negara menolak secara halus atau kasar kedatangan orang  orang Cina  ke negaranya.

Expansi Inggris sebagai penguasa abad XIX bisa dikatakan sudah selesai ketika mereka menemukan tanah baru di Amerika dan Australia. Tapi Cina baru memulai untuk tujuan imperium itu. Sifat ekspansionisme dan semangat negara Cina dalam geopolitik adalah bagian dari konsep Cina Raya. Mereka butuh tanah baru. Tak cukup sampai di situ, mereka juga menyiapkan Cina Rantau untuk jadi penguasa di tanah baru itu. 

Indonesia  telah lama menjadi target untuk dijadikan tanah baru mereka.  Karenanya Cina di Indonesia dan  para Cina perantauannya sudah mulai masuk dalam pertarungan politik praktis dengan mendirikan  partai politik dan bahkan  menguasai partai politik lainnya dengan tujuan politik untuk Presiden Indonesia. Mereka itu anatara lain adalah Ahok, Harry Tanoesoedibiyo, dan Setya Novanto. Kekawatiran terhadap Cina perantauan ini terutama karena RRC menganut paham dwikewarganegaraan (ius sanguinis). Sekalipun Ahok misalnya Warga Negara Indonesia, namun bagi RRC dia juga warga negaranya. Sehingga loyalitas ganda ini lebih banyak merugikan Indonesia yang menganut azas kewarganegaraan ius solli ( loyalitas pada satu negara dimana dia dilahirkan). Sehingga bagi Indonesia keturunan Arab, India, Pakistan, dan Persia tidak ada masalah karena negaranya menerima azas ius solli apalagi mereka umumnya sudah berbaur dalam budaya dan agama dengan pribumi Indonesia.

Di samping itu sekitar 5 tahun yang lalu ada catatan bahwa 70 juta kader muda PARTAI KOMUNIS CINA mendapat tugas untuk membahas strategi dan taktik Cina utk menjadi negara superpower. Kader kader tersebut kerjanya memasukkan usul usul kongkrit untuk diputuskan dan dilaksanakan oleh Parta Komunis Cina (PKC). Hal ini saja sudah membuat kawatir negara negara diseputar Cina.

Di Filipina sebagian besar penguasanya berdarah Cina, mulai dari bapak pendiri bangsa Jose Rizal, sampai Marcos hingga trah Aquino. Konglomerat Cina menguasai semua bidang usaha, sementara puak Melayu Filipina sudah lama terpinggirkan dan banyak yang jatuh miskin mengenaskan. Di Singapura kaum Melayu sdh digusur dan Cina sangat berkuasa. Di Malaysia kalau dulu Mahathir dkk tdk waspada mungkin sdh jadi negara yg didominasi Cina perantauan.
Di Thailand PM Thaksin Shinawatra yang berdarah Cina melakukan program-program populis untuk merebut kekuasaan tetapi akhirnya dijungkalkan oleh kerajaan yang bersekutu dengan milter untuk menyelamatkan negara. Birma banyak membatalkan proyek dg Cina konon karena kawatir dominasi Cina dan mungkin belajar dari kasus Tibet.

Vietnam mungkin salah satu negara yg paling waspada terhadap Cina. Karena konon doktrin RRC memandang  VIETNAM ITU LENGANNYA DAN INDONESIA ITU JARI JARINYA.

Namun di Timor Leste yg baru belasan tahun bebas dari Indonesia imigran Cina sdh luar biasa. Perekonomiannya didominasi Cina bahkan menurut Lingkar.Com Cina sdh membangun pangkalan AL di Timor Leste dan ada perkiraan mata uang Timor Leste akan menggunakan mata uang Cina, Yuan,  mengikuti Zimbabwe.Australia sendiri cemas melihat perkembangan Timor Leste.
Mantan Dubes RI di Peking Mayjen Purn. SUDRADJAT juga cemas melihat perkembangan tenaga kerja dari Cina dan meragukan kemampuan aparat kita utk memantau dan mengeksekusi atas berbagai pelanggaran yg dilakukan imigran Cina.

Singkat kata, negara negara Asia Tenggara kalau tdk waspada pelan-pelan akan jatuh ke tangan Cina karena kebijakan geopolitik Cina yang  menggunakan Cina perantauan sebagai kaki-tangan program ofensifnya.

Elit Etnis Cina di Indonesia, berperan dari bermain di belakang layar hingga tampil langsung untuk mendominasi politik kekuasaan Indonesia. Dengan perkataan lain Etnis Cina di Indonesia sedang berusaha keras untuk menggeser posisi politik Pribumi Nusantara sebagai penguasa nasional. Indonesia diperkirakan menjadi negara yang paling banyak perantau Cina-nya.Menurut Kompas lk 8.000.000 orang sementara Prof DR. Sri Bintang Pamungkas menduga lk 25 juta tapi menurut mantan Dubes kita di RRC Mayjen Purn Sudradjat berkisar 5% atau lk 12 juta. Di Indonesia secara kasar dikategorikan ada Cina Totok atau Cina Singke, Cina kelahiran Indonesia, dan Cina keturunan, serta Cina yang telah berasimilasi dengan Pribumi Nusantara. Cina yang mau berasimilasi secara pisik ( kawin mawin dengan Pribumi) dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan budaya setempat, tidak hidup secara ekslusif. Mereka ini sudah masuk dalam kategori bumiputera atau pribumi. Demikian temuan penelitian Dr. M.Dahrin La Ode, M.Si seorang ahli politik etnisitas, juga Dosen Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan). Di satu sisi masih banyak pula Cina yang menolak untuk berasimilasi secara pisik dan budaya, tetap mempertahankan cara hidup eksklusif, merasa dirinya lebih terhormat dari pada Pribumi dengan perkataan lain orang Cina menganggap dirinya superior sedangkan Pribumi adalah inferior. Sikap psikologis sosial orang Cina seperti itu merupakan bagian dari stratifikasi kolonial Belanda dahulu, yakni stratifikasi pertama Kolonial Belanda, stratifikasi kedua orang Cina, dan stratifikasi ketiga adalah Pribumi yang dijajah oleh Belanda. Di samping itu, juga karena kebijakan ekonomi Orba membuat orang Cina tumbuh pesat pada aspek ekonomi sehingga banyak orang Cina yang jadi kaya raya. Dari hasil itu, membuat sikap psikologis sosial semakin ekslusif.  Dengan kekuatan ekonominya yang dominan itu, maka ada kekhawatiran Cina akan mengakuisi atau menguasai Indonesia secara mutlak. Apalagi sekarang Cina singke atau Cina Totok yang tidak mau berasimilasi umumnya yang tergolong dalam 9 NAGA itu sudah mempunyai ambisi untuk menguasai politik Indonesia. Secara informal mereka sudah mengatur kekuasaan dari belakang layar terutama sejak Orba dan makin menjadi lebih kuat sejak era Reformasi. Di era Orba mereka hanya mempengaruhi Soeharto dalam bidang ekonomi. Namun di era Reformasi mereka telah mengatur dari belakang layar. Sekarang mereka ingin tampil langsung mengatur kekuasaan. Dibeberapa daerah mereka sudah berkuasa. Baik yg Cina totok maupun yang Cina campuran.Dengan kekuatan ekonomi ditangan mereka secara telak dan ambisi politik RRC serta ambisi politik Cina rantau siapa yg jamin dlm beberapa tahun ke depan terjadi politik apartheid atau penjahahan oleh Cina terhadap Indonesia?

*Pribumi Nusantara Kurang Waspada*.

Kebanyakan masyarakat Indonesia kurang awas atas perkembangan dan perubahan prilaku Cina Perantauan ini. Mereka memandang sebagai hal hal yang wajar saja dan tidak melihat sikap politik dan ekonomi orang Cina ini sebagai ancaman dan bahaya bagi nasib Pribumi atau bumiputera dan masa depan anak cucunya yang akan dijajah oleh orang Cina. Dengan dalih hak azasi manusia, persamaan hak dan pluralisme maka kaum bumiputera dapat ternina bobokkan. Sikap Pribumi Nusantara seperti ini sangat berbahaya bagi kelanjutan NKRI dalam kekuasaan Pribumi Nusantara. Orang Cina mencontohkan negara Amerika Serikat (AS) dimana siapa saja bisa jadi Presiden tanpa diskriminasi. Mereka lupa bahwa di AS penduduk Pribuminya (Indian) sudah dimusnahkan oleh bangsa Eropa (Inggeris, Spanyol,  Perancis, Belanda, Dan Portugis) sehingga yang ada adalah semua bangsa pendatang dari Eropa, Asia dan Afrika. Maka wajar mereka punya hak dan kesempatan yg sama  dalam sosial, ekonomi dan politik termasuk untuk menjadi Presiden. Meskipun demikian, AS kampiun dalam kampanye demokrasi , pluralisme dan HAM namun nyatanya ada syarat yang tidak tertulis bahwa Presiden AS adalah  yang White, Anglosaxon, dan Protestant (WASP). Jd secara tersirat di AS pun terjadi " diskriminasi". Di Cina sendiri umpamanya ada orang keturunan India kaya raya mau jadi Gubernur di Beijing apa mungkin? Jangankan yg India, yg Cina campuran bule di Hongkong belum tentu di terima jadi gubernur di Cina. Jadi Cina cuma mau menang sendiri saja didunia ini ?

Kelompok kelompok tertentu di Indonesia mencoba melakukan kampanye yang mencoba mengaburkan penduduk asli pribumi dan Cina pendatang dengan menggugat sejarah ribuan tahun seolah olah tidak ada pribumi dan semua sama sama pendatang. Ini upaya orang Cina yang harus diwaspadai dengan cara yang saksama. Tidak boleh lengah. Kita tak boleh terpengaruh oleh upaya upaya demikian karena akan mengaburkan hal hal mendasar bagi tegaknya NKRI. Sebuah sumber di medsos menulis
dulu Tibet negara merdeka, *lalu ada bantuan dari Cina untuk membangun Tibet, maka dikirimlah para pekerja dari Cina membangun jalan, jembatan dan sarana2 infrastuktur lainnya*.

Tiba2 di suatu hari, ternyata pekerja2 itu memegang senjata dan mengusai ibukota dan pemerintahan. Dalai Lama ditangkap dan diasingkan keluar negeri.

Ternyata mereka adalah para *tentara yang menyamar jadi pekerja.*

Menurut sumber itu
kisah ini  didengar langsung dari orang Tibet di kota Lasa (ibu kota Tibet).

Pemerintah Indonesia harusnya waspada dengan pengiriman besar2an tenaga kerja Cina ke Indonesia. Apalagi  pembelian/pemasukan senjata secara ilegal ke Indonesia telah terjadi dan bisa mendaratnya pesawat secara sembarangan di Jakarta yg pemiliknya Cina. Belum lagi penguasaan pantai utara Jakarta secara sistematis dg proyek reklamasi dll.

Japto Surjosoemarno tokoh Pemuda Pancasila telah menyampaikan kekawatirannya dengan prilaku Cina Rantau dengan mempertanyakan KTP Cina yang telah di kremasi, jangan-jangan di daur ulang. Begitu juga dengan pembangunan Ruko, apartmen, rusun serta penguasaan lahan yang berlebihan dari Sumatra, Jawa, Kalimantan dan lain seterusnya. Itu semua dicurigai bagian dari Agenda Cina Raya.

*2. Proklamasi Kemerdekaan Tanggal 17 Agustus 1945 untuk pribumi!*

Bagi kita tonggak terpenting lahirnya Republik Indonesia adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia pada dasarnya adalah kemerdekaan kaum Pribumi Nusantara yang 3,5 abad di jajah Belanda dan menempatkan pribumi sebagai Kelas 3 di tanah airnya sendiri. Memang tidak dipungkiri bahwa di antara pejuang kemerdekaan itu ada warga keturunan yang ikut andil dalam sumbangan moril, materil maupun secara pisik ikut berkorban meskipun tidak juga dipungkiri banyak yang jadi agen atau mata mata dari sang penjajah. Namun secara mendasar bila kita membaca pikiran pikiran misalnya Bung Hatta secara ekonomi ingin membebaskan kaum Bumiputera dari belitan kemiskinan, exploitasi, kebodohan dan penindasan. Sehingga dengan jelas kita menangkap pesan tersirat dan tersurat bahwa kemerdekaan Indonesia itu adalah utuk umumnya bagi kaum bumiputra, bukan untuk orang Cina.

*3.Kemiskinan Akibat Konspirasi Orang Cina dengan Pengambil Kebijakan*

Namun dalam kenyataannya setelah puluhan tahun kemerdekaan Indonesia itu, kaum bumiputera mayoritas tetap miskin, kumuh dan terexploitasi. Karenanya sangat banyak warga Pribumi Nusantara menjadi sangat terbelakang. Sementara segelintir kalangan minoritas Cina perantauan menjadi sangat supermakmur. Statistik ekonomi tak perlu lagi dikemukakan mengingat dalam realitas sehari hari kesenjangan itu sangat mencolok dan nyata. Sementara kalangan mencoba menyudutkan seolah situasi itu terjadi karena kaum bumiputranya bodoh, malas, tukang kawin, banyak omong, tidak punya kreatifitas dan lain lain sebagainya. Kemudian diperhadapkan dengan  kelompok Cina yang katanya memang ulet, rajin, disiplin, hemat, cerdas dll. Tuduhan kepada Pribumi itu sangat tidak benar! Bahkan tuduhan itu sesungguhnya diciptakan bersama antara orang Cina dengan pihak pengambil kebijakan tadi agar Pribumi Nusantara tidak mencemburui kekayaan yang telah dicapai oleh orang Cina dan kekayaan para pengambil kebijakan yang diperoleh dari pengusaha Cina yang didasari oleh konspirasi tadi. Tanpa mengabaikan hal hal yang berkaitan dengan budaya tersebut sebenarnya yang paling mendasar yg membuat terjadinya kesenjangan tersebut adalah karena ada faktor kebijakan yang tidak berpihak kepada kaum bumiputra dan menguntungkan segelintir kaum minoritas. Apa yang oleh Henry Veltemeyer disebut sebagai kebijakan kapitalisme/ neoliberalisme yang menguntungkan para pemodal yang kebetulan keturunan Cina yang sejak Orde Baru dipraktekkan dan merajalela hingga era Orde Reformasi ini. Akumulasi kekayaan para konglomerat hitam juga terjadi karena jelang akhir kekuasaan Soeharto terjadi skandal perampokan Bank oleh sekelompok orang Cina yang dikenal sebagai skandal BLBI. Bahkan Robison (1995) menyebut telah terjadi konspirasi antara penguasa Orde Baru dengan Sekelompok Cina dan Kapitalis dari Barat/Jepang yang sangat merugikan kelompok pengusaha pribumi. Lagi pula dalam sektor ekonomi atau mengumpulkan kapital, Cina perantauan umumnya tidak mengenal halal/haram, salah/benar. Ini watak yg sudah mengakar dalam diri Cina khususnya di Indonesia sehingga mereka dengan cepat mengumpulkan kapital mengangkangi pribumi. Budaya hitam orang Cina itu dalam masyarakat Melayu di Kalimantan dikenal dengan istilah atau julukan (3H) “halal, haram, hantam saja”. Julukan itu mengena kepada semua pengusaha orang Cina di Kalimantan. Konspirasi dan prilaku itu diduga makin merajalela hingga kini dan membuat Pribumi Nusantara makin melarat dan bahkan ada yang menduga sedang terjadi proses penyingkiran intensif kaum Pribumi Nusantara dari aspek ekonomi dan politik yang menjadi dasar kekuatan pada tiap-tiap negara modern seperti Indonesia. Lebih tajam lagi dicurigai menuju aboriginisasi.

*4.Membangun Kembali Politik Pribumisme*

Melihat kondisi rawan dan berbahaya itu maka sebagian kaum Pribumi Nusantara terpelajar mulai terusik. Mereka bukan bicara rasialis tapi bicara tentang ancaman dominasi Cina atas aspek ekonomi dan politik  yang sesungguhnya menjadi dasar kekuasaan Pribumi Nusantara, namun dewasa ini sedang dikuasai oleh orang Cina yang merupakan keturunan imigran Cina.
Untuk itulah maka kalangan Pribumi Nusantara mulai mensosialisasikan Politik PRIBUMISME  yang menurut DR. M.Dahrin La Ode,MSi disebutnya   Trilogi Pribumisme
Trilogi Pribumisme itu menurut Ilmu Negara bahwa asal mula terjadinya negara adalah kesepakatan sekelompok orang Pribumi untuk mencapai Bonum Publicumm (kemakmuran publik), berisikan tiga substansi dasar kekuatan politik Pribumi yakni:
1. PRIBUMI PENDIRI NEGARA
2. PRIBUMI PEMILIK NEGARA
3. PRIBUMI PENGUASA NEGARA
Teori dalam Ilmu Negara itu jika diaplikasikan ke dalam NKRI maka berbunyi sebagai berikut ini:
Pribumi Pendiri NKRI
Pribumi Pemilik NKRI
Pribumi Penguasa NKRI Dengan ideologi itu diharapkan gerakan kebangkitan Pribumi Nusantara bisa  dikumandangkan dengan lantang sehingga Indonesia terhindar dari pencaplokan/penjajahan orang  Cina atau kaum Pribumi Nusantara jangan sampai terjajah atau dimusnahkan dengan berbagai cara dan strategi orang Cina bersama para pengambil kebijakan di Pemerintahan di Indonesia. Politik Pribumisme intinya Pemerintah melakukan pemihakan kepada Pribumi Nusantara sesuai dengan paradigma politik yakni selalu bersifat struktural : penguasa dan yang dikuasai. Itu  berarti bahwa ada Pribumi Nusantara dan ada Non Pribumi.  Pribumi Nusantara sebagai penguasa atas orang Non Pribumi yang di antaranya adalah orang Cina. Sedangkan bila sebaliknya adalah penjajahan. Dengan demikian maka Pribumi Nusantara  akan kembali berada di khitahnya yakni penguasa di NKRI yang kelak tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Salah satu cara strategis untuk mengangkat harkat dan martabat Pribumi Nusantara  adalah dengan kembali ke UUD45 / Pancasila yang menjadi dasar idealisme the founding fathers NKRI.

Jakarta 20 Juli 2016

Sabtu, 29 Oktober 2016

SURAT TERBUKA A R BUAT JOKOWI TERKAIT AHOK

🌀Surat Terbuka Amien Rais: Bung Jokowi, Selesaikan Skandal Ahok❗
                                                                                                                                                                                              Jumat, 28 Oktober 2016, 06:18 WIB                                                                                                                                  Red: Muhammad Subarkah

Bung Jokowi, Selesaikan Skandal Ahok!
Oleh: M AMIEN RAIS, Mantan Ketua MPR RI

1⃣Saya tulis pendapat saya ini sebagai masukan kepada Bung Jokowi. Saya yakin kasus penistaan Ahok pada Alquran menuntut penyelesaian secepatnya, langsung di bawah pengarahan dan pengawasan Presiden. Lihatlah rangkaian demo yang makin marak di berbagai daerah.

Rentetan demo itu bersifat spontan. Intinya: permintaan maaf dari Ahok diterima, tapi proses hukum yang adil, jujur, dan transparan harus segera dilakukan.

Saya, sebagai seorang Muslim, sangat-sangat tersinggung dan terhina dengan ucapan Ahok bahwa ayat 51 Surah al-Maidah digunakan untuk membohongi masyarakat. Untuk memilih atau tidak memilih seseorang. Ucapan itu menyiratkan rasa benci Ahok pada Alquran, kitab suci umat Islam seluruh dunia, sejak 14 abad silam.

Alquran memberitahu kaum beriman bahwa ungkapan kebencian terkadang muncul jelas dari mulut-mulut pembenci Islam. Namun yang tersembunyi di dada mereka jauh lebih besar (QS Ali Imran: 118). Umat Islam Indonesia karena rasa tasamuh-nya (toleransinya) demikian besar, seringkali dianggap bodoh, mudah dibodohi, dan punya daya tahan istimewa menghadapi berbagai macam penghinaan. Penghinaan politik, penghinaan sosial, dan penghinaan ekonomi.

Umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, cukup marah dengan berbagai keputusan Menkumham sekarang yang cenderung memecah-belah berbagai kekuatan politik anak-anak bangsa. Tentu pemerintah bodoh karena usaha pecah-belah itu dalam jangka panjang akan jadi bumerang bagi pemerintah sendiri.

Akan tetapi, lihatlah berbagai kekuatan politik itu menelan kemarahan mereka. Semarah apa pun mereka tidak bergerak. Mereka tetap sabar.

Ketika masyarakat merasakan kehidupan yang makin sulit, pengangguran makin meluas, dan angka kemiskinan bertambah, rakyat tetap sabar. Mereka cukup geram, tapi tidak bergerak secara massal. Mereka tetap sabar sambil berharap semoga esok bisa lebih bagus dari hari ini.

Ketika kekuatan asing dan aseng menggenggam seluruh sektor ekonomi nasional, lagi-lagi umat Islam dan anak bangsa lainnya tetap bersabar. Lihatlah seluruh sektor ekonomi penting telah berada di tangan asing dan aseng.

Sejak dari properti, perbankan, pertambangan, pertanian, kehutanan, sampai perkebunan, dan lain-lain, sudah tidak lagi di tangan anak-anak bangsa. Penguasaan tanah di berbagai kota besar juga berada di tangan agen-agen kepentingan asing dan aseng. Tujuh puluh delapan persen tanah di DKI Jakarta sudah dimiliki oleh para benalu bangsa.

2⃣Marahkah rakyat Indonesia? Tentu! Tetapi mereka telan kemarahan itu dengan kesabaran yang tidak ada duanya di dunia. Lagi-lagi, rakyat hanya berkeluh-kesah, tapi tidak bergerak.

Ketika hukum dilaksanakan secara tebang-pilih atau diskriminatif, rakyat marah, tetapi tetap tidak bergerak. Ketika korupsi berskala raksasa jelas-jelas dilindungi, sejak dari skandal BLBI, Bank Century, deforestasi (penghancuran hutan), sampai yang terbaru skandal Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta, rakyat hanya berkeluh-kesah, geram, marah, nyaris putus asa. Tetapi mereka tidak bergerak. Sabar dan tetap sabar.

Nah, Bung Jokowi, kasus Ahok merupakan skandal dari jenis yang sangat berbeda. Berbagai skandal yang saya sebutkan di atas, cuma skandal berdimensi dunia, walaupun sangat menohok rasa keadilan rakyat.

Bung Jokowi, kasus Ahok mengguncangkan Indonesia karena Ahok sudah menyodok kesucian langit. Ahok sudah benar-benar kelewatan. Saya sependapat dengan KH Hasyim Muzadi, siapa pun yang berani menista Allah, Rasul-Nya, dan Alquran tidak ada yang bisa selamat. Mengapa? Karena umat Islam di manapun berada, tidak pernah bisa menerima penistaan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan Kitab Suci-Nya.

Mohon dimengerti pula usaha apa pun yang dilakukan untuk membelokkan fokus perhatian lewat berbagai cara agar skandal Ahok pelan-pelan menghilang, pasti akan sia-sia. Yang terjadi justru semakin ditunda penyelesaian hukum skandal Ahok, semakin tinggi risiko yang kita hadapi.

Setelah peristiwa skandal Ahok di Kepulauan Seribu, ia ngomong kacau lagi tentang Pancasila. Katanya, Indonesia yang berdasar Pancasila menjadi utuh hanya apabila minoritas sudah menjadi presiden. Tentu banyak rakyat yang marah pada celotehan ini, tetapi segeram apa pun rakyat tetap tidak turun ke jalan.

Semoga Bung Jokowi cukup arif untuk memahami bahwa skandal Ahok di Kepulauan Seribu itu telah menjadi bom waktu yang daya ledak sosial-politiknya dapat mengguncangkan sendi-sendi stabilitas nasional dan persatuan bangsa.

Akankah kita unggulkan seorang Ahok di atas kepentingan 250 juta bangsa Indonesia? Jasa besar apa yang pernah ditorehkan oleh Ahok untuk bangsa Indonesia?

3⃣Bung Jokowi, kami semua tahu bahwa Kapolri dan seluruh jajaran Polri berada dalam kendali Anda. Terus terang kasihan Kapolri harus memikul tanggung jawab untuk penyelesaian hukum kasus skandal Ahok dan menjadi sasaran kritik masyarakat sampai sekarang.

Lucunya, Anda belum berkata sepatah kata pun sampai sekarang tentang skandal Ahok. Sungguh aneh. Ada apa gerangan?

Bola penyelesaian skandal Ahok yang sangat berbahaya itu ada di tangan Anda. Hentikanlah permainan image building (pencitraan) Anda. Di sebuah kesempatan, Anda bicara, biarlah KPK mengurusi korupsi gede, sementara Anda yang kecil-kecil.

Pungli sepuluh ribu rupiah pun akan Anda kejar. Saya yakin decak kagum masyarakat yang dulu Anda nikmati, sekarang sudah berubah total. Rakyat kita sudah cukup cerdas, membedakan mana emas, mana loyang.

Saya doakan Bung Jokowi bisa mengambil langkah cepat, bijak, dan tepat. We are racing against time, kita berlomba dengan waktu.

Skandal Ahok penting mbahnya penting untuk segera diselesaikan secara hukum. Jangan berputar dan berkeliling membeli waktu dengan harapan skandal Ahok dapat meredup, dan akhirnya selesai dengan sendirinya. Sesuatu yang mustahil. Bung Jokowi, saya hanya mengingatkan.

🔆SEBARKAN ❗

Kamis, 27 Oktober 2016

10 KARAKTER PEMIMPIN DALAM.ISLAM

*10 KARAKTER PEMIMPIN ITU DALAM AYAT AL QUR'AN : LAQAD JA'AKUM :*

1. _*(Laqad Ja'akum)*_ Kehadirannya adalah sebuah anugerah. Dia disukai, dan memiliki integritas yang tinggi.

2. _*(Rasulun)*_ Memiliki visi dan misi yang jelas. Visi dan misi seorang pemimpin harus selaras dengan misi (risalah Nabi) yang paling universal. Yaitu, menjaga tauhid dan akhlak.

3. _*(Min Anfusikum)*_ Menjadi bagian dari yang dipimpinnya. Sehingga bisa mengenali dan dikenali, bisa mengertibdan dimengerti. Dia hadir untuk melayani sesama dengan sebuah visi dan misi yang mulia (wibawa). Sehingga dibanggakan, dihormati dan dijunjung tinggi.

4. _*(Azizun Alaihi Maa Anittum)*_. Memiliki empati yang tinggi. Sangat peka dengan kondisi umat. Mampu merasakan penderitaan umat dan berupaya untuk menuntaskannya, lahir dan bathin. Tajam telinga, mata dan hatinya serta ringan langkahnya.

5. _*(Hariishun Alaikum)*_. Memiliki harapan dan semangat yang besar terhadap umatnya. Berjuang sekuat tenaga untuk meninggikan derajat (tauhid, akhlak dan ilmu) dan nasib (ekonomi dan sosial) umatnya. Maka tidak heran, kata terakhir yang disebut Nabi menjelang wafatnya adalah _"Ummaty.. Ummaty.. Ummaty..."_

6. _*(Bil Mukminina Raufur Rahiim).*_ Memiliki kasih sayang yang lembut dan mendalam terhadap umatnya yang beriman. Kasih sayang dan kelembutan seorang pemimpin, dapat memecahkan kerasnya batu keangkuhan dan kesombongan. Kasih sayang lembut dan mendalam akan menjadi embun kesejukan bagi umatnya. Sehingga tidak ada pertikaian apalagi pertumpahan darah. Semua merasakan kedamaian.

7. _*(Fain Tawallau fa qul hasbiyallah).*_ Seorang pemimpin melandasi semua aktivitasnya dengan ikhlas. Semua dilakukan dengan hanya satu niat *LILLAHI TA'ALA*. Dia berjuang atas dasar perintah Allah, menjalankan amanah. Apapun hasilnya tidak akan merusak keikhlasannya. Segala hasil baik, diyakini semata-mata hanya anugerah dari Allah. Bukan atas jerih payahnya. Segala harapan yang tidak tercapai, atau umat yang masih belum dapat ditata maka tidak akan menggores kejeenihan hatinya. Allah telah menyaksikan segala ikhtiyarnya, baginya sudah cukup. Inilah akhlak mulia yang melandasi akhlak yang lainnya.

8. _*(Lailaha illa hu)*_ Memiliki landasan tauhid yang kuat. Baginya tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat atau madharat selain Allah.

9. _*(Alaihi Tawakkaltu)*_, makanya hanya kepada Allah lah dia bertawakkal. Menyerahkan segala urusannya kepada Nya. Mengawali dengan kepasrahan, melakukan dengan kepasrahan dan mengakhiri denganbkepasrahan). Karena sikap mental inilah dia bekerja keras dan tidak putus asa.

10. _*Wa huwa rabbul 'arsyil adzim*_. Dia yakin, seberat apapun sebuah urusan, maka akan jadi ringan dengan pertolongan Allah. Tidak ada yang lepas dari genggamanbdam pengaturan Allah, bahkan 'Arsy sekalipun. Sehingga, baginya tidak ada yang layak kita mintai pertolongan selain Allah SWT Rabbul jalil.

*Wallahu A'lam.* tq.

MAKRIFAT

Saudaraku, hari keempat bernama Rabu. Dari bahasa Arab, Arbia'/Rabi', yang berarti empat/keempat.

Setelah pada hari Selasa jiwa manusia terbang bermikraj ke ketinggian kesadaran transpersoral (makrifat), dengan melihat dan menyadari konektivitas kediriannya dengan Tuhan, sesama manusia dan alam semesta, pada hari Rabu manusia harus turun ke bumi kenyataan, untuk bergumul dengan 'hakikat' kebenaran hidup yang sesungguhnya.

Maka bergeraklah ke 'empat' penjuru mata angin, untuk merayakan-mensyukuri karunia Ilahi dengan cara merawat dan memakmurkan (memberi nilai tambah) atas segala sumberdaya; guna membebaskan beban derita dan memajukan kehidupan.

Sebagai khalifah di muka bumi, manusia bisa mengolah 'empat' elemen inti pembentuk kehidupan (api, air, angin, tanah).

Segala modal energi sumberdaya tersebut bisa digunakan bagi seluas-luas kemakmuran dan kebahagiaan hidup bersama, manakala manusia mampu mengendalikan 'empat' unsur 'nafsu' (personalitas) pada dirinya: nafsu ammarah (egoisme) dengan simbol api; nafsu lawwamah (mudah berubah/tergesa-gesa) dengan simbol angin; nafsu mulhimah (rendah hati) dengan simbol air; dan nafsu muthmainnah (sabar, tenang, menumbuhkan) dengan simbol tanah.

Peribadatan agama-agama, baik secara bunyi maupun gerak, memiliki fungsi pengendalian terhadap 'empat' nafsu tersebut. Di dalam Islam, ibadah shalat menggabungkan beragam bentuk gerak peribadatan yang dipraktikkan agama-agama sebelumnya, yang secara keseluruhan sejalan dengan sifat-gerak dari 'empat' elemen inti kehidupan

Gerak shalat dimulai dengan berdiri, menirukan gerak api yang senantiasa tegak. Saat mulai berdiri ini, diucapkan 'takbiratul ihram' (Allahu Akbar), yang memuji kebesaran Sang Pencipta. Dengan mengakui bahwa Allah selalu lebih besar dan lebih benar, jiwa manusia dilatih untuk bisa mengendalikan nafsu ammarah yang senantiasa merasa lebih besar dan lebih benar dari yang lain.

Setelah itu 'ruku' (pinggul hingga kepala membentuk garis horisontal), melambangkan sifat angin yang bergerak lurus. Saat ini dibacakan kalimat 'tasbih', yang memuji kesucian dan keagungan Tuhan. Dengan mengakui kesucian Ilahi, nafsu lawwamah dikendalikan melalui penyucian hati (niat) dan peneguhan komitmen-integritas.

Lalu 'sujud' dengan merundukkan kepala ke tanah, menirukan gerak air yang senantiasa mengalir ke tempat terendah. Saat ini diucapkan kalimat yang mengakui kemahatinggian Tuhan. Bila Tuhan yang mahatinggi penuh kasih memberi-melayani semesta, maka manusia yang lebih rendah tak boleh merasa terhina dalam melayani sesama. Nafsu mulhimah dikembangkan dengan kerendahan hati memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua makhluk tanpa diskriminasi.

Gerak terakhir adalah duduk, merapatkan badan ke bumi, meniru sifat tanah. Saat menyatu dengan tanah ini, shalat diakhiri dengan ucapan salam seraya menengok ke kanan dan ke kiri. Dengan itu, nafsu muthmainnah ditumbuh-kembangkan dengan menyerukan perdamaian serta menebarkan kasih sayang dan berkah Tuhan bagi seru sekalian alam.

(Yudi Latif, Makrifat Pagi)