Selasa, 19 April 2016

MANFAAT JALAN KAKI

MANFAAT JALAN KAKI + Berdzikir :

8 PENYAKIT YG DPT DISEMBUHKAN DENGAN BERJALAN KAKI

‼~ Jika kita selama ini malas untuk jalan kaki, pikirkan kembali..!!

‼. ~Karena menurut sebuah penelitian, jalan cepat bisa membantu kesembuhan 8 jenis penyakit..!!

‼. ~Berikut 8 jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan berolahraga Jalan yang bertumpu pada kaki tsb

>1. 🚶JALAN KAKI mencegah Serangan Jantung :
Jalan kaki dengan cepat bisa mengalirkan darah ke dalam jantung.
Dengan sering jalan kaki, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki kaki.

>2. 🚶JALAN KAKI mencegah Stroke :
Sebuah penelitian dilakukan pada 70 ribu karyawan yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, hasilnya resiko terserang stroke menurun hingga dua pertiga.

>3. 🚶JALAN KAKI Membakar Lemak :
Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang tersimpan di dalam tubuh akan ikut terbakar, kemudian kenaikan berat badan tidak terjadi.

>4. 🚶JALAN KAKI Melangsingkan Badan :
Pergerakan kaki hingga seluruh tubuh mampu menurunkan berat badan & lemak yang ada diperut anda akan terkikis.
Lakukan jalan kaki rutin selama satu jam.

>5. 🚶JALAN KAKI mencegah Kanker :
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib.
Jalan kaki juga bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara.

>6. 🚶JALAN KAKI Mencegah Osteoporosis :
Osteoporosis tidak cukup hanya dengan rutin konsumsi vitamin D & asupan kalsium yang banyak, tubuh juga butuhkan gerak badan & merlukan waktu paling kurang 15 menit dibawah sinar matahari pagi & anda akan terhindar dari osteoporosis.

>7. 🚶JALAN KAKI Mencegah Kencing Manis :
Dengan rutin jalan kaki, mampu mencegah berkembangnya diabetes, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk, selama gula darah bisa terkontrol. Anda hanya butuhkan jalan kaki rutin untuk terus menjaga kebugaran badan & terhindar dari diabetes.

>8. 🚶JALAN KAKI mencegah Depresi :
Berjalan kaki dengan cepat bisa minimalisasi depresi.

JALAN KAKI YUUUK...minimal 2KM + berdzikir di pagi hari, antara jam 5 - 7 pagi waktu yg terbaik.

Semoga Bermanfaat .. 😊🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽🚶🏽
(Shared by Cakpen 20/4/16)

PESAN KHOLIFAH.UMAR

Pesan indah dari Ustad Arifin Ilham :

Assalamualaikum
Warahmatullahi.                                                            Wabarakatuh.                                                            
Selamat pagi  saudaraku

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang....

Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama,

Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua,

membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga,

Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Keempat,

jaga shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.

Kelima,

jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam

jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya
Allah”.

Ketujuh,

amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Semoga bermanfaat Ya...
(Shared by cakpen 20/4/16)

Minggu, 17 April 2016

HUMOR AHOK

Selingan minggu pagi copas dt ttg.

Ahok : Hebat mana gue atau Haji Lulung?

Ajudan : Hebat anda tuan.. Haji lulung salah sebut UPS langsung dibully.. sedangkan anda nyebut taik, bajingan, bangsat, brengsek, goblok berkali2 gak ada yang nge-bully Anda tuan..

Ahok : Loe bener juga ya.. kalau gue dengan KPK hebat mana?

Ajudan : Hebat anda Tuan.. Kasus sumber waras sudah ada sejak tahun 2014, lahan HGB yang otomatis akan kembali menjadi milik pemerintah tahun 2018 malah anda beli seharga 755 miliar ke swasta, dengan transaksi cek tunai mencurigakan saat malam tahun baru dan saat bank tutup.. Belum lagi kasus suap reklamasi yang melibatkan Staf Ahli anda Tuan.. Hebatnya Anda adalah.. KPK belum menemukan niat jahat.. Anda memang sakti tuan..

Ahok : Haha.. Gak salah Yusril bilang gue sakti.. Kalau gue sama ketua BPK hebat mana?

Ajudan : Yaa.. masih hebat anda tuan..  IAEA, badan nuklirnya PBB yang audit BPK kita... tapi anda bisa mengatakan BPK kita auditnya NGACO..

Ahok : (Tersenyum) Betul.. Betul.. Kalau gue dengan Menteri hebat mana?

Ajudan : Tentu masih hebat anda tuan.. Contohnya reklamasi teluk jakarta.. Menteri susi meminta reklamasi dihentikan, tapi nyatanya reklamasi jalan terus..  tanpa Perda, tanpa Amdal.. Pulau reklamasi dibuat diatas laut, tapi Anda mampu mengalahkan Menteri Kelautan.. Anda memang luar binasa tuan..

Ahok : Ha..ha..ha.. Gue gitu loh.. Kalau gue dengan Calon Gubernur lain hebat mana?

Ajudan : Masih hebat anda tuan.. Calon gubernur lain masih dicari-cari kesalahannya.. sedangkan Anda minum bir.. mau legalisasi miras.. prostitusi.. sertifikat PSK.. Atau mengenai adik anda yang masuk daftar Panama Papers.. tapi orang-orang adem ayem saja kan?

Ahok : Iya juga ya.. Gue gak nyangka sehebat ini.. Kalau gue dengan Nabi, hebat mana?

Ajudan : (Terdiam sejenak sambil berfikir, lalu berkata) Yaa.. masih hebat Anda tuan..

Ahok : Kok bisa?

Ajudan : Nabi takut sama Tuhan.. Sedangkan Anda Tuhan saja mau dilawan...

(Copas dari page sebelah)
(Shared by Cakpen 16/4/16)

TUJUH MACAM PERSAHABATAN

7 (TUJUH) MACAM PERSAHABATAN,

Tapi Hanya 1 Tersisa Sampai Di Akhirat .

1. “Ta’aruffan” , adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.

3. “Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. “Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, tenis, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. “Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.

6. “Aduwwan”, adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, “Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).

Rasulullah mengajarkan doa, “Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”

7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta & sayang krn ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam2 dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.

Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat. yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10),

“Teman2 akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43:67).
Kita kelompok yang mana ya?, semoga kita senantiasa yang bersahabat karena Iman kepada Allah jalla jalaalu.
Copas dr grup sbelah....
(Shared by cakpen 16/4/16)

Sabtu, 16 April 2016

Humor

Intermezzo

Jenis-jenis kepribadian seseorang bisa dinilai dari caranya makan tahu lho,
  
KONSERVATIF:
Gigit tahu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu nemu cabe langsung main gigit dgn harapan di dekat situ pasti ada tahu.

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin tahu akan segera muncul, sambil menunggu ngemil cabe dulu.

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dicomot orang, diem saja.

MASOKIS:
Gigit cabe 10 biji kagak pake tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

MANIPULATIF:
Dekatin tukang tahu biar dapet gratisan.

KORUPTIF
Makan tahu lima cuma bayar satu.

DRAMATIS:
Habis makan tahu pake cabe nangis histeris kepedesan, trus ngesot sambil meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang ke orang sebelah, “Lihat nih gue mau makan tahu pake cabe”.

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, cabenya ditanem supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, duitnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalo ketemu orang yg makan tahunya beda, ga pake cabe, langsung mengamuk

KRITIS:
Nanya, “kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe bukan pake rhemason? Kan sama pedesnya?”

MELANKOLIS:
Udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahunya kesenggol orang. Tahunya jatuh...... nangis.....

SOSIALIS:
Kalo makan tahu semua teman2nya dibeliin.

INDIVIDUALISTIS :
Kalo makan tahu sembunyi2, kalo ada yang nanya bilangnya cuma bawa cabe aja.

POLITIS :
Kalo saya menikmati satu tahu pun, gantung saya di pohon cabe...

SKEPTIS:
Selalu ragu kalo mau beli tahu, karena pasti temen makannya itu cabe yg saat ini harganya selangit .

APATIS:
Mau makan cabe dengan tahu atau tidak,# ITU BUKAN URUSAN SAYA

SADIS:
Makan tahu terus cabenya disosotin ke mulut orang lain..

PRAGMATIS:
Ada tahu di meja, langsung diembat tanpa berpikir dalam tahu itu ada cabenya atau ngga..

OPORTUNIS:
Siap ngembat tahu, nunggu abangnya meleng

TRAGIS: lagi makan tahu toba2 ditabrak gerobak tukang cabe..

SKEPTIS: mau makan tahu aja mikir, apakah selalu harus pakai cabe.

ARTIS: makan tahu pake cabe aja ngundang wartawan infotainment.

FILOSOFIS:
Jika itu tahu, lalu siapa aku?

NARSISTIS: sebelum makan tahu dan cabe selfie dulu.

SCIENTIST:
Jika luas permukaan tahu 4cm2 dan dimakan dalam 2x gigitan, berapa butir cabe diperlukan?

HEDONIS :
Beli tahu banyak2, trus dibuang2in..

AGAMIS :
Sebelum makan tahu baca doa dulu..

ANTAGONIS :
Ogah bayar tahu yg udh dinmakan, tukang tahunya diajak gelut

ROMANTIS :
Makan tahu nya satu digigit bedua. Beda tipis ama pelit

DRASTIS
Tahu 100 biji +cabe 1kg diembat sendiri. Moodiiaar...
(Shared by Cakpen 16/4/16)

Jumat, 15 April 2016

MAKNA ISTIGHFAR

MAKNA DAHSYAT DI BALIK 'ISTIGHFAR'

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita. Istighfar memiliki dua makna.

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib.

Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Subhanallah. Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

Kemudian dalam Al Qur'an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman, "Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun - niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allah, niscaya Allah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allah makmurkan negeri kita, Allah sejahterakan kita. Allahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma'sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allah. Apalagi kita yang banyak dosa.

Astagfirullahal 'adzim, ampunilah dosa kami ya Allah .. tutupi aib kami .... betapa selama ini jika kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu ... aamiin ..

Wallahu a'lam bishshawab, ..

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita...

Semoga bermanfaat ...

Insya Allah...
-------------------------------------- Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Kamis, 14 April 2016

NAFSU TERSEMBUNYI

# Kisah #

NAFSU TERSEMBUNYI 😭😭

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami. 

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan  kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "berikan makanan ini kepada keluargamu."

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan."

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan", kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah.
Dalam posisi seperti itu, tiba tiba Abu Nashr dengan kegirangan  mendatangiku.

"Hei, Abu Muhammad! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.

"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"

"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta", ujarnya.
"Terus?", tanyaku keheranan.
"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya."

Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya :

"Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukuri. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan
berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran KOTA Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal hal yang menghinakan.  

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal. 

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan, sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku.!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku. Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, "masihkah orang ini punya amal baik?"

"Masih", jawab suara lain. "Masih tersisa ini."

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa?
Aku berusaha melihatnya. Ternyata, itu HANYALAH  dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah Harapanku... 
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti  ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar benar tertipu habis habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku. 

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat. Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, "Orang ini selamat dari siksa neraka..!"

🙏🙏🙏🙏🙏
Saudara-riku tercinta... 
Masih adakah terselip dlm hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?? 

Semoga Allah selamatkan kita dari penyakit2 hati..
(Shared by cakpen 14/4/16)