Selasa, 11 Oktober 2016

CARA MENYELAMATKAN DIRI DALAM LIFT

Sekedar info copas.

SELAMAT PAGI ...
MOHON PERHATIAN...

*CARA PENYELAMATAN DIRI SAAT BERADA DIDALAM LIFT APABILA LIFT TERJUN TAK TERKENDALI*

Mr.Chow yg tinggal di Lantai-27 di Hangzhou - RRC, membawa putrinya yg berusia 4 tahun (naik lift), (menda dak terjadi) satu getaran yg sangat kuat, lift tersebut (terlepas tanpa kendali) dengan kecepatan tinggi terjun ke bawah.
Dengan sebelah tangannya menggendong putrinya dan sebelah tangannya lagi dia  _segera menekan tombol-tombol lift mulai dari tombol lift yg paling dasar s/d tombok lift yg paling tinggi,_ _*semuanya ditekan sampai hidup lampu tombol-tombol semuanya,*_
akhirnya lift terhenti di lantai ke-16.
*(Ingat ! Mesti ditekan tombolnya mulai dari tingkat paling dasar s/d tingkat/Lantai tertinggi sampai lampu tombol menyala.).*
Karena bila tombol sudah menyala, berarti *Mengaktifkan Rem Magnet/Elektrik tiap tiap pintu lantai tsb...*
_Ini adalah satu-satunya cara penyelamatan untuk menghentikan lift yg terjun bebas tak terkendali, setiap orang kemungkinan besar akan naik lift._!

Jangan dihapus, mohon diteruskan
agar setiap orang mengetahui cara penyelamatan tersebut,
Pahala tak terbatas bila diteruskan, mungkin dengan membaca sekilas tulisan ini,
anda akan menyelamatkan
orang-orang yg anda kasihi.

Jangan dihapus, Mohon diteruskan, terutama diteruskan ke group.

HANCURNYA ANDALUSIA

_*MENENGOK SEJARAH HANCURNYA ANDALUSIA*_
Pelajaran penting bagi generasi muda Indonesia:

*AL QUR'AN :*Bermuatan:
MELARANG...................
MEMVONIS....................
MENGANCAM................

*Pemimpin muslim terakhir di Andalusia (Spanyol), Abdillah Muhammad bin Al Ahmar, keluar dari istana kerajaan dengan hina.*

*Malam itu, Andalusia telah jatuh ke tangan kerajaan katolik setelah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 800 tahun!!*

Kini, *ia tinggalkan istana dengan hati pilu, dadanya sesak.*

Hingga sampai di sebuah bukit yang cukup tinggi.

Dari sana ia menatap *Istana Al Hambra*,  *Ia menangis tersedu-sedu hingga jenggotnya basah kuyup dengan air mata*.

Melihat hal itu, ibu nya berkata,
Menangislah!
Menangislah seperti perempuan!, karena *kau tidak mampu menjaga kerajaanmu sebagaimana laki-laki perkasa!!*.

*Kekuasaan Islam berakhir di Andalusia...*

Dan *belum pernah bangkit lagi hingga detik ini!!*.

*Umat Islam disana diberi pilihan :*
1) *Masuk kristen*, atau,
2) *Dibunuh*, atau
3) *Diusir*.

*Tahu apa penyebab jatuhnya Andalusia!?*
Karena:
1. *Cinta dunia*.
2. *Meninggalkan jihad*,
3. *Berkubang kemaksiatan*,
4. *Menyerahkan urusan bukan pada ahlinya*,
5. *Bodoh dalam hal agama*.

*Bayangkan jika Indonesia nanti telah jatuh total ke tangan orang kafir*........

*pemuda Islam menangis* dan *ibu2 mereka berkata, Menangislah seperti perempuan menangis*,

Karena *kau tidak bisa menjaga bangsa ini sebagaimana seorang laki2 perkasa!!!*,

Maka *bersiaplah wahai pemuda Islam*......

*Pelajari baik-baik 5 faktor di atas*, Karena *sebab-sebab kejatuhan itu akan selalu sama*.....

*MENGINGATKAN BUAT SAUDARA2 MUSLIM DAN MUSLIMAH*!!!

1. *Al-Qur’an*
*M E L A R A N G*
*Menjadikan orang Kafir Sebagai PEMIMPIN*
QS.Ali Imraan: 28,
QS.An-Nisaa’: 144,
QS.Al-Maa-idah: 57.

2. *Al-Qur’an*
*M E L A R A N G*
*Menjadikan orang Kafir Sebagai PEMIMPIN Walau KERABAT Sendiri*.
QS.At-Taubah: 23,
QS.Al-Mujaadilah: 22,

3. *Al-Qur’an*
*M E L A R A N G*
*Menjadikan orang Kafir Sebagai TEMAN SETIA*.
QS.Ali Imraan: 118,
QS.At-Taubah: 16.

4. *Al-Qur’an*
*M E L A R A N G*
*SALING TOLONG dengan kafir yang akan MERUGIKAN umat islam*.
QS.Al-Qasshash: 86,
QS.Al-Mumtahanah: 13.

5. *Al-Qur’an*
*M E L A R A N G*
*MENTAATI orang kafir untuk MENGUASAI Muslim*
QS.Ali Imraan: 149–150.

6. *Al-Qur’an*
*M E L A R A N G*
*Memberi PELUANG kepada orang kafir sehingga MENGUASAI Muslim*.
QS.An-Nisaa’: 141.

7. *Al-Qur’an*
*MEMVONIS MUNAFIQ*
*Kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin*.
QS.An-Nisaa’: 138–139.

8. *Al-Qur’an*
*MEMVONIS ZALIM*
*Kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin*.
QS.Al-Maa-idah: 51.

9. *Al-Qur’an*
*MEMVONIS FASIQ*
*Kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin*.
QS.Al-Maa-idah: 80–81.

10. *Al-Qur’an MEMVONIS SESAT, kepada muslim yg menjadikan kafir sebagai pemimpin*.
QS.Al-Mumtahanah: 1.

11. *Al-Qur’an MENGANCAM AZAB, Bagi yang menjadikan Kafir cebagai Pemimpin / Teman setia*.
QS.Al-Mujaadilah: 14–15.

12. *Al-Qur’an* *MENGAJARKAN DOA*
*Agar Muslim Tidak Menjadi SASARAN FITNAH kaum Kafir*
QS.Al-Mumtahanah: 5.

*Ya Allah, Ya Robb, Ya Tuhan kami, sungguh telah kami sampaikan FirmanMu, Kami memohon ampun serta Berlindung hanya kepadaMu Ya Robbal Aalamiin*.

والله أعلم بالصواب

Silahkan share, untuk Menyelamatkan Saudara2 kita yg belum Mengetahuinya. 

*Bagi muslim semua sudah jelas aturannya sehingga urusannya tinggal ke islaman kita lah yg diuji, apakah kita termasuk orang sesat, munafik, fasiq, zalim atau kafir*

MANFAAT KEROKAN

BUAT YANG SUKA KEROKAN

Bagus, TERUSKAN....!!!

Meski ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia, terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak badan. Praktik pengobatan ini dikenal sejak zaman nenek moyang, tetapi sejauh ini belum ditemukan literatur tentang asal-usul kerokan.

Metode semacam kerokan juga dikenal di negara lain, seperti di China (gua sha), Vietnam (cao gio), dan Kamboja (goh kyol).

Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo tertarik meneliti mengenai manfaat kerokan. Penelitian itu dilakukan sepanjang tahun 2003-2005.

”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan, kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik, awal April di Solo.

Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.

Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang di pasar. Para responden meyakini manfaat kerokan untuk menyembuhkan ”masuk angin”.
Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri.

Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.
Tidak merusak

Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.

”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.

Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.

Meningkatkan endorfin

Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa, seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri ”masuk angin”. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki.

Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah. Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada empat hal yang diamati, yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3.

Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.
Kadar prostaglandin turun.

Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon.

Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.
”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.

Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.

Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok. ”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,” kata Didik.

Monggo kerokan...

Rabu, 05 Oktober 2016

TELADAN MAAF DARI BUYA HAMKA

*CARA YANG INDAH UNTUK MEMINTA MAAF DAN SALING MEMAAFKAN DARI DUA SASTRAWAN BESAR*💐🌹

Simaklah tentang cerita indah ini. 🌿

Suatu hari, datanglah seorang mahasiswi IKIP yang memperkenalkan dirinya sebagai putri sulung dari Pramoedya Ananta Toer, menghadap Buya Hamka.

"Oh, anaknya Pram. Apa kabar bapakmu sekarang?" tanya Hamka ramah.

Anak perempuan Pram tersebut mengajak laki-laki seorang keturunan Cina.

Kepada Hamka, si perempuan kemudian memperkenalkan diri. Namanya Astuti. Sedangkan yang laki-laki bernama Daniel Setiawan.

Astuti menemani Daniel menemui Buya Hamka untuk masuk Islam, sekaligus mempelajari agama Islam. Daniel ingin menjadi seorang mualaf.

Menurut Astuti, selama ini, Daniel adalah seorang non muslim. Ayahnya, Pramoedya, tidak setuju jika anak perempuannya yang muslimah menikah dengan laki-laki yang berbeda kultur dan agama.

Setelah Astuti mengutarakan maksud kedatangannya, serta bercerita latar belakang hubungannya dengan Daniel, tanpa ragu sedikit pun, Hamka meluluskan permohonan keduanya.

Daniel Setiawan, calon menantu Pramoedya Ananta Toer, langsung dibimbing oleh Hamka membaca dua kalimat syahadat.

Hamka lalu menganjurkan Daniel untuk berkhitan dan menjadwalkan untuk memulai belajar agama Islam dengan Hamka. Dalam pertemuan dengan putri sulung Pramoedya dan calon menantunya itu,

Hamka sama sekali tidak menyinggung bagaimana sikap Pramoedya terhadapnya, beberapa tahun sebelumnya yang pernah menuduhnya maling. Melalui lembar Lentera di Harian Bintang Timoer, Pram menuduh Hamka plagiat.

Benar-benar seperti tidak pernah terjadi apa-apa di antara keduanya.

Tanpa dendam, Hamka justru memuji karya Pram, antara lain Keluarga Gerilya dan Subuh. Anak perempuan Pram itu akan menikah dan meminta bantuan Hamka untuk meng-islam-kan calon suaminya.

Permohonan ini disambut gembira oleh Hamka. Astuti, anak Pramoedya itu, lantas tak bisa menahan ledakan tangisnya karena sikap manis dari orang yang pernah "diganyang" ayahnya.

Alasan Pram mengutus calon menantunya menemui Hamka cukup unik.

"Masalah faham kami tetap berbeda. Saya ingin putri saya yang muslimah harus bersuami dengan laki-laki yang seiman. Saya lebih mantap mengirim calon menantu saya belajar agama Islam dan masuk Islam kepada Hamka," ujar Pram.

Kalian boleh berkesimpulan.

Secara tidak langsung, dengan Pramoedya mengirim calon menantunya ditemani anak perempuannya kepada Hamka, adalah bentuk permintaan maaf atas sikapnya yang telah memperlakukan Hamka selama ini.

Hamka juga telah memaafkan Pramoedya dengan bersedia membimbing dan memberi pelajaran agama Islam kepada sang calon menantunya.

***

Tanggal 16 Juni 1970, Buya dihubungi Kafrawi, Sekjen Departemen Agama. Pagi-pagi, sekjen ini datang ke rumah Buya. Kafrawi membawa pesan dari keluarga mantan Presiden Soekarno untuk Buya.

Pesan itu pesan terakhir dari Soekarno. Begini pesannya:

“Bila aku mati kelak. Minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku."

Tanpa ragu, pesan yang dibawa utusan itu dilaksanakan oleh Hamka.

Hamka tiba di Wisma Yaso bersama penjemputnya. Di wisma itu telah banvak pelayat berdatangan. Penjagaan pun sangat kuat. Shalat jenazah baru akan dimulai menunggu kehadiran Buya.

Melihat jenazah Soekarno, sahabatnya di masa muda, air matanya mengalir. Ia kecup sang Proklamator, dengan doa. Ia mohonkan ampun atas dosa-dosa sang mantan penguasa. Dosa orang yang memasukkannya ke penjara dan disiksa setiap hari.

Di hadapan jasad Soekarno, dengan takbir, ia mulai memimpin sholat jenazah. Untuk memenuhi keinginan terakhir Soekarno.

Mungkin, ini isyarat permohonan maaf Soekarno pada Hamka. Isak tangis haru, terdengar di sekeliling.

Usai Shalat, selesai berdoa, ada yang bertanya kepada Buya.

”Apa Buya tidak dendam kepada Soekarno yang telah menahan Buya sekian lama di penjara?”

”Hanya Allah yang mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Yang jelas, sampai ajalnya, dia tetap seorang muslim. Kita wajib menyelenggarakan jenazahnya dengan baik,” jelas Buya tanpa ragu.

Buya tidak pernah dendam kepada orang yang pernah menyakitinya. Bagi Buya, dendam itu termasuk dosa.

Selama dua tahun empat bulan ia ditahan. Ia merasa semua itu anugerah dari Allah kepadanya.

Dengan masuk penjara, ia dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al Quran 30 Juz  Al Azhar yang monumental itu. Bila bukan dalam tahanan, ia tidak mungkin ada waktu untuk mengerjakan dan menyelesaikannya.

Berkat kekejian PKI dan tangan besi Soekarno kepada Buya, kalian bisa membaca tafsir Al-Azhar dengan sempurna.

Orang-orang besar memang memiliki cara mereka sendiri untuk meminta maaf kepada mereka yang pernah dizalimi. Demikian sebaliknya yang pernah terdzalimi, mereka  punya hati seluas samudera untuk memaafkan. Apapun bentuknya, cara mereka meminta maaf sangatlah indah. (*)

----

Catatan *Anab Afifi* dalam bukunya *AYAT-AYAT YANG DISEMBELIH"

Selasa, 04 Oktober 2016

WARWAH DAN KANJENG DIMAS TAAT PRIBADI

Copas dr group PB HMI 2013-2016

DIMAS KANJENG, MARWAH DAN KITA
(Perspektif Psikologi Dalam)
-------------------------------
by ochen

"Suatu saat saya berkelakar dengan rekan-rekan penikmat Tashawwuf, mengapa para sufi itu harus rela hidup miskin sementara mereka adalah para Awliya. Yaitu kekasih Allah yang bisa menangkap angin dengan tangannya, dimasukkan ke dalam saku jubahnya, lalu ia mengeluarkan gepok per gepok uang ratusan ribu layaknya baru diambilnya dari mesin ATM".

Judul diatas adalah tiga dunia yang berbeda. Saya mencoba menyelaminya dari model "Arketipe" (archetype) Carl Gustav Jung, seorang pelopor psikologi analitis, murid pelopor psikoanalisa, Sigmund Freud. Arketipe adalah dunia kuno yang menjadi 'masterplan' di keajalian manusia. Saya belum bisa mengatakan hal ini sama atau identik dengan Lauh al-Mahfûdh dalam kepercayaan Islam. Tapi  "arketipe" dalam psikologi Jung menjadi bagian yang meliputi alam ketidaksadaran pribadi (personal unconsciousness) maupun ketidaksadaran kolektif (collective unconsciousness) manusia. Ia akan selalu ada dan akan menempati perilaku individu di saat yang tepat.

Kalau Dimas Kanjeng menemukan jalan hidupnya dengan cara menipu tidaklah salah, namun belum masuk dunia arketip. Itu hanya efek keberhasilannya saja menipu dirinya sendiri dan menipu orang lain. Tetapi ketika kita masuk lebih dalam dengan apa yang ia lakukan, dari kacamata psikologi analitis,  Dimas Kanjeng lagi memerankan The Caregiver, menjadi penolong yang baik bagi semua orang. Lewat padepokannya ia berusaha mendidik anak didiknya untuk selalu mendengar dengan sabar, menghindari sikap mengeritik, tidak menghakimi, mencoba memahami tanpa menilai atau menghakimi serta mengajak untuk selalu optimis dan positif. Kita bisa lihat hingga kini, tak satu pun anak didiknya yang muncul membelanya selain Ketua Yayasan Padepokannya, Dr. Marwah Daud. Itupun sekedar koreksi, meluruskan persepsi dan membela diri.

Film drama musikal Mary Poppins (1964) yang dibintangi Julie Andrews adalah ekspresi dari arketipe ini. Mary Poppins adalag seorang pengasuh anak-anak di padepokannya. Dengan kemampuan khusus yang ia miliki, menerbangkan barang-barang seperti sepatu dan mainan anak-anak ke tempatnya semula dengan rapi, ia berhasil mendidik anak-anaknya mandiri dan disiplin. Konon Yayasan Dimas Kanjeng telah membuat sejumlah rencana gerakan ekonomi mandiri berbasis kerakyatan. Mereka tak perduli dengan gonjang-ganjing politik, pergantian rezim atau krisis mata uang.

Marwah, mantan aktivis mahasiswa, doktor lulusan Amerika Serikat dan anggota fatwa MUI Pusat ini tak dinyana menjadi pengikut bahkan menjadi "inner circle" Dimas Kanjeng. Beberapa penampilannya, ia seolah menunjukkan dirinya Dimas Kanjeng. Bagi Freud, ini keberhasilan "transferensi", teknik pemindahan watak yang dimiliki Dimas Kanjeng.

Meminjam Fromm, (murid sekaligus kritikus Freud), Marwah sedang lari dari kebebasan (escape from freedom) yang sebenarnya menjadi eksistensi awalnya. Marwah lari dari kebebasan yang meniscayakan rasionalisme, pragmatisme, kompetitifnes, tapi juga etika yang menjadi ciri manusia modern. Semua itu absurd menurutnya, karena baginya, apa yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng adalah "karomah", sesuatu yang tak terkatakan (ineffable), tak terakalkan (irationable) oleh siapapun kecuali karena kehendak Allah.

Kejadiain ini memaksa semua orang berpikir mengapa orang serasional Marwah bisa terjun bebas ke alam irasionalitas? Namun secara psikologi, kita bisa menjelaskannya. Marwah adalah tokoh perempuan nasional di partai Golkar yang kemudian terhempas dari partai itu setelah BJ. Habibie tak lagi mengambil kendali Golkar pasca Soeharto. Ia tersingkir di era Akbar Tanjung dan hilang di era Jusuf Kalla. Di era Akbar ia tak bergabung di Golkar karena terlibat di Iramasuka Nusantara, oposisi Golkar waktu itu. Sementara di era JK sudah tidak mungkin lagi karena banyak kader baru dari daerah Sulsel mengekor di belakang JK. Jadilah putri Soppeng ini sebatangkara di blantika politik Indonesia. Sepak terjangnya membesarkan ICMI dan mungkin juga Habibie Center tidak mampu mengembalikannya pada corpus awal ia mengeksis. Lama menghilang entah kemana? Tiba-tiba ia muncul selaku Ketua Yayasan yang konon nirlaba tapi punya banyak uang.

Psikologi  Dalam (Depth Psychology) menjelaskan tentang konflik kejiwaan antara impuls kehidupan (ethos) dan impuls kematian (thanatos) di dalam diri individu. Ini belum sampai pada taraf neorosis tetapi baru pada gejala. Gejala untuk menghidupkan dan mematikan obsesi. Yang baik dan berhasil dihidupkan dan yang jelek dan mendatangkan kecemasan (anxiety) maupun kekecewaan (frustration) dikuburkan.

Empat dunia arketipe berkecamuk di dalam jiwa Marwah. Pertama, sebagai figur ibu (mother complex) ia harus tetap menjadi yang terbaik bagi anak-anak dan suami. Dan karena itu, kedua, ia harus berperan lembut dan feminin layaknya perempuan. Jung mengistilahkannya sebagai peran "anima" (feminin). Di sisi lain, ia tetap publik figur, punya nama besar dan siap bersaing dengan siapa dan di level mana saja. Ia bahkan siap berdebat dengan siapa saja soal Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan padepokannya. Dalam posisi ini, ketiga, ia menampilkan sisi "anima" Marwah berubah menjadi gagah jumawa layaknya "animus" (maskulin) yang menampilkan kelaki-lakiannya. Keempat, Marwah berperan sebagai The Mentor, arketipe yang membimbing karakter utama (Dimas Kanjeng) yang secara intelektual tidak mumpuni. Ia tampil sebagai pendamping, konsultan, penasehat. Tujuannya adalah kesuksesan karakter utama dalam meraih tujuannya. Contoh Kresna dalam Mahabarata atau Gandalf dalam The Lord of The Rings.

Contoh arketipe The Mentor juga ada pada karakter Miyagi (diperankan Noriyuki Morita) dalam film Karate Kid (1984). Ceritanya seorang pemuda bernama Daniel (Ralph Machio) harus mengikuti ibunya yang pindah ke California. Sayangnya di sekolah barunya di California, Daniel menjadi bulan-bulanan (bullying) kelompok geng karate The Cobra di sekolahnya. Suatu saat Daniel dikeroyok oleh mereka dan diselamatkan oleh Miyagi, sosok tua misterius bekas serdadu Jepang pada PD II dan master beladiri.

Terkesan oleh ketrampilan beladiri Miyagi, Daniel memohon menjadi muridnya. Miyagi akhirya menerima dan bukan hanya mengajarkan karate tetapi juga falsafah kehidupan. Di bawah bimbingan Miyagi, Daniel akhirnya dapat mengalahkan kelompok The Cobra dalam sebuah turnamen karate.

Selaku penonton fenomena ini bagaimana kita bersikap. Selaku saudara, mari kita sadarkan Marwah. Ia lagi salah melangkah, sekalipun kata "salah" yang saya gunakan disini mungkin tidak diterima oleh kalangan posmodernisme dengan keyakinannya tentang tak adanya kebenaran tunggal. Saya hanya mendekati dengan kebenaran kacamata awam saja bahwa, angin tak bisa berubah menjadi uang, kecuali !

Ciputat, 03102016

Senin, 03 Oktober 2016

TIPS KESEHATAN UMUR 45 th

*TIPS KESEHATAN*
(Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR / Guru Besar FK UGM)

*Untuk sahabat yang telah berusia 45 th ke atas,  jaga kesehatan*

Proses penuaan (aging) sudah mulai sejak usia 32 th, dengan mulainya penurunan fungsi organ-organ (ginjal, lever, anak ginjal, hypophyse dsb nya), penurunan hormon-hormon, seperti testosteron, growth hormon, coenzym Q 10, melatonin, dan antioxydani.

Pada wanita usia 45 th mulai penurunan estrogen. Pada pria hormon progesteron dan testosteron.
Penuaan adalah suatu penyakit yang berlangsung kronis yang sebenarnya tidak dapat di cegah, di obati dan di kembalikan menjadi muda.
Penuaan bukanlah hukuman akibat titah dari gen.

*Beberapa penyakit yang muncul akibat proses penuaan*
1. Osteoporosis.
2. Metabolik syndrome, dengan akibat penyakit cardiovasculer (stroke, penyakit jantung koroner, hypertensi renal).
3. Cancer : payudara, colorectal (usus), prostat, ovarium).
4. Alzeimer (pikun).
5. SD (sexual dysfunction).

Apa saja yang harus dilakukan?

*1. Bergerak* (jalan kaki 3000 s.d. 5000 m/ hari) dapat mencegah osteoporosis (rapuh tulang) dan hypertensi.

*2. Senam olah napas* (pranayama, orhiba, cikung, yoga, dsb) 2 x / minggu. Paru-paru perlu latihan deep breathing/maximal breathing, untuk meningkatkan aliran darah di alveoli, menguras CO2.

*3. Kurangi karbohydrat*, cukup protein, banyak buah dan sayur / lalapan.

*4. Jaga berat badan.* Lingkaran perut tak boleh lebih 80 cm untuk wanita, 90 cm untuk laki. BMI tak boleh lebih 30 kg/ m3.

*5. Tekanan darah tak boleh lebih 140/90.*Jadi cek tensi tiap bulan.

*6. Kadar gula darah puasa tak boleh lebih 110, trigliserida 150, HDL hrs lebih 50.*Jadi cek darah tiap 6 bulan.

*7. Threadmill tiap hari*

*8. Wanita mamografi dan PAP Smear tiap 3 th.*deteksi dini kanker serviks dan payudara.

*9. Istirahat cukup*, tidur 6 jam mulai jam 10 malam, lampu mati (merangsang growth hormon), jangan makan/minum 3 jam sebelum tidur (mencegah GERT, mencegah sesak), bantal pendek/ tidak (meningkatkan oksigenasi otak, miring kanan (mengurangi beban jantung).

*10. Pikiran kurangi stress* (kerja di luar kapasitas/ kemampuan).
Perbanyak doa, perbaiki kualitas ibadah, hiburan musik perlu, ngobrol santai, menyanyi dan banyak  membaca, silaturahim.

Semoga bermanfaat ...

Kiriman dari: Dr. Hary Wiriadinata
Pagiiiiii, Selasa 03 Hijriyah 1438 H/04 Oktobet 16 semangatzzzz 💃💃💃💃💃.

NASIHAT KHALIL GIBRAN

Renungan

Suatu hari, Khalil Gibran bertanya kepada gurunya :

B: "Bagaimana caranya agar kita mendapatkan
sesuatu yang paling sempurna didalam hidup..?"

Sang Guru :
"Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah
bunga yang paling indah menurutmu dan jangan
pernah kembali kebelakang..!

Setelah berjalan dan sampai diujung taman, Khalil Gibran kembali dengan tangan hampa, lalu

Sang Guru bertanya :
"Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun...???"

Gibran :
"Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin yang didepan pasti ada yang lebih indah.
Namun ketika aku sudah sampai diujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang TERINDAH, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi..!"

Sambil tersenyum, Sang Guru berkata :
"Ya, itulah hidup.. semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan
pernah mendapatkannya.
Karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati
kita untuk menerima kekurangan.."

tlgrm.me/hidupmulia

• Bila tak kuasa memberi, jangan mengambil.

• Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci.

• Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih.

• Bila tak mungkin meringankan beban orang
lain, jangan mempersulit/memberatkannya.

• Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat.

• Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.

"JANGAN MENCARI KESEMPURNAAN, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada kita"....

@hidupmulia di teleg ram