Sabtu, 09 Juli 2016

APA INI BENAR TERJADI DI BITUNG

Mohon konfirmasi, apakah berita berikut ini benar? Saya copy kan berita nya, supaya tidak perlu klik web nya:

###

Kamis, 07 Juli 2016

Laskar Kristen di Bitung terus meneror Umat Islam, media massa nasional bungkam

Para pemuda gerombolan laskar Kristen di Bitung Sulawesi Utara, saat menyerang umat Islam dan melarang pembangunan masjid di wilayah tersebut. Umat Islam di Sulawesi Utara hingga kini terus saja mendapat teror, intimidasi dan diskriminasi dari penganut Kristen. Walau kejadian sudah terjadi berulang-ulang, tapi peristiwa ini seakan luput dari pandangan pemerintah dan bahkan banyaknya muncul laskar-laskar Kristen di Sulawesi Utara yang terus saja menyerang umat Islam seakan-akan mendapat perlindungan dariPemda Sulut.

"Mereka sangat brutal dan membawa senjata tajam, masjid dihancurkan, madrasah juga dibakar, kami kekurangan jumlah, dan juga karena banyak wanita dan anak-anak, kami hanya terpaksa bersembunyi melindungi keluarga masing-masing, percuma lapor polisi, karena laskar Kristen itu dilindungi Pemda,"

Gerhana85.com - Bitung - Indonesia walau selalu digembar-gemborkan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun perkembangan sejarah mencatat kekuatan mayoritas tersebut ternyata tidak mampu melindungi umat Islam dari penindasan, diskriminasi, teror dan ancaman yang dilakukan oleh penganut agama lain. Di Indonesia umat Islam yang mayoritas justru mengalami tekanan dari kaum minoritas, atau biasa dikenal dengan istilah 'tirani minoritas' terhadap golongan mayoritas.

Beberapa peristiwa kekerasan dan pembantaian yang dialami umat Islam sebut saja diantaranya seperti konflik Ambon, Poso, Sambas, dan Sampit. Dalam konflik Ambon contohnya, ribuan umat Islam tewas dibantai oleh umat Kristen tanpa adanya pembelaan dari rezim pemerintah saat itu. Di Sampit, selain membunuh ribuan umat Islam, masjid, pesantren, madrasah dan bangunan Islam lainnya juga dihancurkan oleh gerombolan laskar Kristen saat itu, yang mana media massa nasional juga bungkam.
Para pemuda gerombolan laskar Kristen di Bitung Sulawesi Utara, saat menyerang umat Islam dan melarang pembangunan masjid di wilayah tersebut.Kini, kejadian yang sama kembali terjadi di daerah yang berbeda. Di Bitung, salah satu wilayah di Sulawesi Utara, sudah sejak lama umat Islam mendapat ketidakadilan, teror dan intimidasi dari laskar-laskar Kristen yang banyak muncul di daerah tersebut. Dengan alasan bahwa mayoritas rakyat di wilayah Sulut adalah penganut Kristen, pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara seakan menutup mata dan bahkan terkesan melindungi para gerombolan laskar Kristen itu.

Seperti dilaporkan beberapa media massa independen setempat, aksi terorisme dan provokasi kembali dilakukan gerombolan Kristen radikal di Sulawesi Utara. Sejak Senin (9/11/15), kelompok teroris Kristen yang mengatas namakan dirinya Brigade Manguni dan Pasukan Waranai menyerang pembangunan Masjid Asy-Syuhada di Kompleks Aer Ujang, kelurahan Girian Permai, kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara. 
Umat Islam di Bitung berusaha melakukan perlawanan dan pembelaan diri meskipun kalah jumlah dibandingkan dengan organisasi Laskar Kristen yang menyerang mereka. (ilustrasi)Informasi terbaru, pada Selasa (11/11), rumah Bapak Karmin Mayau, ketua panitia pembangunan masjid tersebut mendapat teror dari gerombolan Kristen radikal, mereka menghancurkan pagar, jendela, rumah beserta isinya. Selain itu, beberapa rumah muslim lainnya juga ikut menjadi korban aksi vandalisme ini. 

"Mereka sangat brutal dan membawa senjata tajam, masjid dihancurkan, madrasah juga dibakar, kami kekurangan jumlah, dan juga karena banyak wanita dan anak-anak, kami hanya terpaksa bersembunyi melindungi keluarga masing-masing, percuma lapor polisi, karena laskar Kristen itu dilindungi Pemda," kata seorang saksi mata yang tak ingin namanya disebutkan. 

Saat ini, gerombolan teroris Kristen yang beratribut baju hitam-hitam ini masih terus mengepung kota Bitung. Mereka berada stanby di markaznya di Danau Wudu. Jarak antara Danau Wudu dengan pemukiman umat Islam hanya sekitar 200 sampai 300 meter. 
Salah satu simbol dan alamat markas Laskar Kristen di Sulawesi Utara. Saat ini banyak muncul laskar-laskar Kristen di Sulut yang umumnya bersikap radikal dan kasar terhadap umat Islam. (ilustrasi)Sehari sebelumnya, telah dilakukan upaya perdamaian kedua belah pihak yang difasilitasi oleh pemerintah dan para ulama setempat. Namun sayang, perdamaian ini dikhianati pihak teroris Kristen. Mereka kembali menyerang dan merusak rumah-rumah kaum Muslimin tadi malam.

Umat muslim terus berjaga-jaga dan bersiaga mengantisipasi serangan kembali teroris Kristen. Mereka juga telah membuat dapur umum, dan berbagai keperluan lainnya. Informasi yang disampaikan Ustad Sugianto Panglima Laskar Pembela Islam (FPI) Poso, bahwa aparat TNI Polri yang siaga di lokasi sangat sedikit, tidak lebih dari 100 orang.
Para anggota salah satu laskar Kristen di Bitung, saat melakukan latihan baris-berbaris dan latihan ala militer lainnya. Keberadaan laskar-laskar Kristen ini diyakini sebagian kalangan dilindungi oleh pemerintah daerah setempat, karena hampir semua aksi terorisme yang mereka lakukan terhadap umat Islam selalu tak tersentuh hukum dan bahkan seakan berusaha menutup mata. (ilustrasi)Aksi terorisme yang dilakukan para laskar Kristen terhadap umat Islam di bitung dan Sulawesi Utara tersebut, seakan luput dari pemberitaan media massa nasional. Tercatat, tidak ada satupun media massa televisi nasional yang memberitakan atau menyiarkan kejadian ini, begitupun dengan media cetak. Hanya terdapat beberapa media online independen yang mengangkat peristiwa ini.

Intimidasi dan diskriminasi yang dialami umat Islam di Bitung dan Sulawesi Utara pada umumnya masih terjadi hingga kini. Meski setiap penyerangan yang dilakukan pihak Kristen berakhir begitu saja tanpa ada proses hukum, karena adanya sikap mengalah yang ditunjukkan Umat Islam di Bitung, namun masyarakat setempat meyakini bahwa kedamaian yang sesaat itu hanya terlihat dipermukaan saja, dan akan sangat mudah terpancing menjadi pertikaian berdarah jika pemerintah daerah setempat tidak bisa bersikap adil terhadap umat Islam di daerah tersebut.
Pembaretan ala militer yang dilakukan untuk para anggota milisi Laskar Kristen. (ilustrasi)Sedikit melihat catatan sejarah, yakni konflik Ambon yang merupakan konflik terbesar yang terjadi antara Umat Islam dengan penganut Kristen sejak kemerdekaan RI juga dipicu oleh adanya sikap diskriminasi yang dialami umat Islam di Ambon. Konflik berdarah yang terjadi pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2000 tersebut, memiliki kemiripan dengan apa yang saat ini terjadi di Bitung dan di Sulawesi utara pada umumnya.

Yakni adanya pembelaan dari para tokoh-tokoh pemerintah daerah, diamnya pemerintah, terbatas dan tertutupnya akses informasi dari dan keluar kota Ambon sehingga peristiwa tersebut tidak diketahui oleh umat Islam lainnya di seluruh Indonesia. Kemiripan lainnya adalah peristiwa tersebut terjadi secara berulang-ulang hingga terjadi akumulasi permusuhan antara kedua kubu yang menimbulkan terjadinya pembantaian berdarah umat Islam di Ambon kala itu.

Di luar masalah agama, kemiripan peristiwa antara tragedi Ambon dengan apa yang terjadi saat ini di Bitung dan Sulawesi Utara adalah masalah kesenjangan sosial dan ekonomi. Yakni para warga Muslim baik pribumi maupun pendatang, yang perekonomiannya dianggap relatif baik karena pekerjaannya sebagai pedagang dan lebih banyak berperan dalam pemerintahan menyebabkan kelompok Kristen merasa termarjinalisasi oleh keadaan tersebut.
Para petinggi milisi Laskar Kristen. (ilustrasi)Akankah dengan bungkamnya media massa nasional, dan diamnya pemerintah provinsi Sulawesi Utara dengan aksi teror yang dilakukan para anggota laskar Kristen tersebut kepada umat Islam, bisa menimbulkan tragedi Ambon jilid II? Dan, akankah karena sikap tak peduli antara sesama umat Islam, peristiwa pembantaian umat Islam seperti yang terjadi di Ambon, Sampit dan daerah lainnya di masa lalu, akan kembali terulang? Dan sampai kapan umat Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini hanya akan diam saja saat sang minoritas bersikap sebagai penguasa yang tiran?

*Gerhana85.com/Dari berbagai sumber

###

Link nya ini:
http://www.gerhana85.com/2016/07/laskar-kristen-di-bitung-terus-meneror.html?m=1.

AMBIL BAGIAN.JANGAN.DIAM

✔ Ambil Bagian, Jangan Tinggal Diam

Ada kisah yang menceritakan seekor burung pipit di zaman Nabi Ibrahim AS. Tatkala kekasih Allah itu dibakar oleh Namrudz yang kejam, burung kecil ini berusaha melakukan sesuatu dan tidak tinggal diam.

Dia angkut air dengan paruhnya yang kecil untuk memadamkan kobaran api besar yang disulut raja lalim.

Berulang-alik dia mengangkut air, dan pasti, usaha itu tidak memadamkan api yang sangat besar.

Burung-burung lain bertanya pada pipit kecil, mengapa dia melalukan itu? Tak berguna dan tidak memberi hasil. Begitu kata mereka. Tapi burung pipit kecil memberikan jawaban yang sangat luar biasa.

"Mungkin air yang kubawa tidak akan memadamkan api di bawah sana. Tapi jika nanti Allah bertanya, maka aku bisa memberikan jawaban. Bahwa aku tidak tinggal diam. Aku telah melakukan sesuatu!"

Jangan berdiam diri, ambil bagian dalam dakwah dan perjuangan. Besar kecil tak jadi soal. Sebab Allah yang menilai dan memandang.

Sahabat Bilal bin Rabbah RA, ketika Sayyidina Abubakar mengumumkan akan mengumpulkan Al Quran, beliau mengambil bagian yang sering dianggap ringan dalam sejarah.

Beliau pergi dan berjalan ke tempat-tempat yang jauh, membawa kabar dan pengumuman. Menyeru kepada semua kaum Muslimin yang menghafal Al Quran untuk datang ke Masjid Nabi, untuk dikumpulkan dan dibukukan.

Maka jika kini kita membaca Al Quran, sungguh Sahabat Bilal RA akan mendapatkan pahala yang mengalir dari usaha yang beliau lakukan.
Beliau mengambil peran dari sebuah perjalanan dan proses sejarah yang besar.
Tidak tinggal diam.

Sahabat Ammar bin Yassir juga punya peran yang sangat unik. Saat pembangunan Masjid Nabawi, beliau sangat semangat sekali.

Diangkutnya batu di pundak kiri dan kanan. Berkali-kali beliau ulang alik memanggul batu, sampai keruntuhan.

Dan membuat khawatir Rasulullah dan semua sahabat yang lain. Mereka bertanya, mengapa membawa batu tak satu-satu? mengapa harus membawa beban di kiri dan kanan?

Lalu Sahabat Ammar memberikan jawaban, "Aku membawa dua. Yang satu untukku sendiri. Dan yang satu lagi, aku hadiahkan untuk Rasulullah Junjungan."

Allahu Akbar.

Agama ini dibawa dan didukung oleh manusia-manusia yang mengambil peran.

Manusia-manusia yang bekerja dan tidak tinggal diam. Manusia-manusia yang maju dan bergerak mengusung dakwah dengan segala dan berbagai kemampuan.

Dengan tenaga, dengan pikirannya, dengan hartanya, dengan kemampuannya, dengan doanya, dengan waktu, bahkan keterampilannya.

Sekarang giliran kita untuk mengambil peran.
Jangan tinggal diam!

KELEMBUTAN HATI SANG GURU

KISAH INSPIRATIF

Kelembutan Hati Sang Guru

Diriwayatkan bhw ada seseorang yg bernama Yunus bin 'Abdul A'la. Dia adalah salah seorang murid Imam Syafi'i, ia berbeda pendapat dgn Imam Muhamad bin Idris asy Syafi'i dlm satu permasalahan disaat ia sdg mengajar dimasjid.

Kemudian berdirilah Yunus sambil marah & meninggalkan pengajian lalu pulang ke rumah-nya.

Malam tiba. Yunus mendengar suara pintu rumahnya diketuk orang.

"Siapa..?" Tanya Yunus.

"Muhamad bin Idris.." Kata yg mengetuk.

Pikiran Yunus menerawang pd siapa saja yg namanya Muhammad bin Idris.

"Ini Syafi'i.."

Waktu pintu dibuka, Yunus kaget luar biasa..!

Berkata Imam Syafi'i:

"Hai Yunus, ratusan masalah menyatukan kita, apakah hanya krn 1 masalah kita berpisah..?"

Jgn-lah engkau berupaya utk selalu menang dlm setiap perdebatan, krn memenangkan hati lebih utama dari pd memenangkan perdebatan

Jgn kau hancurkan jembatan yg sudah kau bangun & kau seberangi. Krn bisa jadi engkau membutuhkan-nya utk kembali disatu hari nanti..! Upayakan engkau selalu membenci kesalahan, bukan membenci pelaku-nya

Marahlah engkau pd maksiat, tapi maafkan pelaku-nya. Kritiklah pendapat orang, namun tetap hormatilah org yg mengatakan-nya. Tugas kita dlm hidup ini adalah membunuh penyakit, bukan membunuh orang yg sakit..!

Jika orang datang pd-mu meminta maaf, berilah maaf..! Kalau engkau didatangi orang bingung, dengarkanlah curhatan-nya..! Jika orang yg butuh datang pd-mu, berilah ia dari sebagian apa yg telah Allah berikan pd-mu. Bila ada yg datang menasihati-mu, berterima kasihlah kpd-nya...!

Meskipun engkau hanya memanen duri disatu hari, tetaplah kau tanam bunga-nya & jgn pernah ragu. Krn balasan dari Zat yg Maha Kasih & Maha Dermawan jauh lebih mulia dari pd balasan manusia.

Subhaanallaah........

TUKANG EMASLAH YG TAHU HARGA EMAS

07/07/16 16.25.37: Kadirjufrie: *Tukang Emaslah yang Tahu Harga Emas*

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.”

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”,
“Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.”

Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.”

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, “Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas.

Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.”

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, “Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya “para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar” yang menilai demikian. Namun tidak bagi “pedagang emas”.

_“Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.”_

Selamat berlebaran bersama keluarga ya
😃🙏

CATATAN MUDIK MACET BREXIT DAN PADANG MAHSYAR

Brexit vs Padang Masyar

Setiap peristiwa pasti ada hikmah, message ilaihiyah, iktibar dan multi tafsir yang beragam dari setiap pelaku.

Setiap peristiwa bisa saja dijadikan amsal, permisalan untuk suatu peristiwa yang berbeda dimensi, yang belum pernah ada yang mengalaminya, yang tergambar dalam imagi iman, keyakinan akan ajaran dari Kitabullah dan As Sunnah.

Sebuah komparasi menurut kaidah ilmiah memiliki persyaratan dan kriteria sehingga dua entitas yang dibandingkan memang bisa disandingkan 'apple to apple' dan comparable.

Membaca tulisan seorang teman yang secara implisit membandingkan antrian pemudik di Brexit dengan kebangkitan besar di padang Masyar kelak, subyektifitas saya sebagai pelaku mudik menjadi terusik.

Tidak bisa dibantah dan dipungkiri, kemacetan Pejagan, Brexit dan kota kelahirannya warung murah meriah mengenyangkan itu memang sungguh terlalu. 

Apakah bagi pemudik semua itu dirasakan sebagai siksaan dan perjalanan menuju neraka? 
Tidak!, bekal utama pemudik itu adalah 'is all about love'. 
Serpihan rindu yang membuncah di dada untuk memeluk tubuh tua ibundanya, kangennya untuk mencium punggungan tangan keriput milik ayahnya, belum lagi senyuman ayah ibunya ketika mendengar :" Bapak dan ibu, kemarin mamanya anak2 membelikan batik sarimbit untuk baju kembaran bapak ibu".
Ada lagi, keponakan, cucu keponakan yang ekspresi wajahnya menjadi lucu dan ceria, ketika diberi uang saku yang tak seberapa. 
Merasakan jabat erat tangannya sepupu, sebetis, paklik, uwak, teman bermain masa kecil. 
Mencabut rumput, menukil lumut di pojok batu nisan ayah bundanya, berbagi sedekah atas nama almarhum dan almarhumah kepada peminta minta yang berjejer di pinggir pemakaman... semua itu adalah sebagian kecil dari 'dopping' dan multivitamin ruhiyah yang membuat pemudik menjadi 'dhugdhèng', kebal terhadap virus kemacetannya si Brexit Èbrèk Èwèk itu.

Mudik adalah perjalanan hati, output dari hati adalah kesabaran ketika diberi cobaan berupa kemacetan dan rasa syukur ketika diperjalankan untuk bertemu dengan orang2 terkasih yang dirindukan. Jadi terlalu jauh membayangkan pemudik saat terkena kemacetan kemudian membandingkan dengan keriuhan kelak di padang Masyar. Yang ada adalah bercanda dan mentertawakan diri sendiri dan tentu saja berdzikir yang bisa mengurai asam laktat penyebab keletihan.

Bagi pemudik seperti kami, lebih membutuhkan tausiyah ringan yang membuat hati adem dan nyaman, terkadang suara puitik Ebiet G Ade menyenandungkan rindu yang dititipkan untuk ayahnya dan Andaikan Kau Datang Kembalinya Koes Plus yang dilantunkan Ruth Sahanaya, lebih pas buat kami. Berorientasi akhirat dalam hidup ini memang perlu, tapi kita tidak boleh melupakan bagian kita di dunia bukan?
Perbedaan angle dalam menyikapi sebuah peristiwa akan memperkaya wawasan, menghargai perbedaan akan menguatkan ukhuwah, salam.

joko/susilo/berbagi kata/menjelang Tegal arah Jakarta/syawal masih di angka 4/1437h

KISAH MAHALNYA HIDAYAH

"MAHALNYA HIDAYAH"

Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

°~ Kisah nyata ini pernah dituturkan oleh Habib Quraisy bin Qosim Baharun Cirebon, dari kisah perjalanannya tahun 1996 silam.
Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa berharganya iman dan Islam bagi kita.

°~》Kala itu sebuah pesawat melintasi daratan benua Afrika, atmosfer dan lautannya beserta biosfernya yang rumit.
Sayap pesawat nan kokoh melibas setiap awan yang ada dihadapannya. Penumpang pesawat duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman baginya sembari menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya.
Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy serta seorang ibu Tua berpakaian penutup jilbab disebelahnya.
Usia ibu Tua itu berkisar sekitar 65 atau 70 tahun.
Di dalam perjalanan ibu Tua itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi ?” Tanya Ibu Tua itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman”. Jawab Habib.

“Dimana asal Anda ?” Tanya ibu Tua itu kembali juga dengan bahasa arab yang sangat fasih.
Habib jawab “Saya berasal dari Indonesia”..

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, sejurus ibu Tua mentranslate bahasanya dengan bahasa Indonesia. Padahal dari perbincangannya Ia mengetahui bahwa ibu Tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga Negara Jerman.
Pada gilirannya ibu Tua itu lantas berbahasa Indonesia yang amat fasih pula. Lalu bertanya lagi..

“Adik di Indonesia dimana?”. Habib Quraisy katakan ; “Saya di Jawa”.

Tak ubahnya seperti mengetahui sesuatu, Ibu itu lantas merubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang dialegnya sangat halus dan hampir-hampir Habib Quraisy tidak paham dan Ia katakan pada Ibu itu “Luar biasa, Ibunda begitu banyak menguasai bahasa sampai bahasa Indonesia dan Jawa sekalipun, padahal Anda orang Barat”.

Ibu Tua itu hanya tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan duapuluh bahasa daerah”.

Silih waktu dari perbincangan Habib Quraisy bersama Ibu Tua itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama.

Wanita Tua itu mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya.

Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya “Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

Beliau menjawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.

Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist.
Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Dan lagi Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya Ibu Tua itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba mentest kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan qaul Ibnu Abbas?
Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar Ibu itu hafal Al Qur’an bahkan Ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutka sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi Ia menjelaskan masalah hati psikologi berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub.

Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Menurutnya, sejauh ini selain gurunya Habib belum pernah menemukan orang sekaliber Ibu yang ada duduk di sampingnya.

Pesawat mendarat lending di airport.

Ketika pesawat itu sudah benar-benar berhenti para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya menuruni pesawat.

Begitu pula Ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal Habib mencoba bantu mengambilkan tas itu dan menurunkan tiga tas ke lantai pesawat.

Subhanallah… ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tas itu ternyata keluar dari bilik jilbabnya seutas kalung yang bertanda palang salib.

Seperti petir menyambar di siang bolong,

Habib Quraisy menunduk dengan lemah.

Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Seperti katanya Habib akan transit dulu selama satu hari satu malam, pun Ibu Tua itu.

Maka di ruang receptioner (ruang tunggu) Ia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan kemudian berjanji untuk bertemu di ruang lobi restaurant.

Sesuai kesepakatan keduanya akhirnya bertemu.

Kepada Habib Quraisy Ibu itu mengatakan “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka.
Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini adalah pemberian almarhumah ibu saya”.

Ibu Tua itu pun mengatakan bahwa Ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu juga Islam.

Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di bilik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad SAW.

“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.

Dia katakan “Saya tidak beragama”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel kiyai haji”. Karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

Ia menjawab “Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah”

Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.

Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi seorang yang muslim.

Demikian kisah ajib ini.

Semoga yg membaca dan yang turut merilis kisah ini, dapat mengambil iktibar betapa bersyukurnya kita telah dianugrahkan iman.

Semoga Iman, Islam kita semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul  khotimah.

Aamiin yaa Robbal'alamin

SEMOGA BERMANFAAT  🙏

RENUNGAN IDUL FITRI

*RENUNGAN 'IDUL FITRI*

*بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*

JANGAN BANGGA DENGAN BANYAK SHALAT, PUASA DAN DZIKIR KRN BELUM MEMBUAT ALLAH SENANG

_*AMAL IBADAH APA YANG MEMBUAT ALLAH  SENANG?*_

*Nabi Musa :*
Wahai Allah aku sudah melaksanakan ibadah.
Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?

*Allah :*
Sholat mu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.

Dzikir? Dzikirmu itu membuat hatimu menjadi tenang.

Puasa? Puasamu itu melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu.

*Nabi Musa :*
Lalu apa ibadahku yang membuat hatiMu senang ya Allah?

*Allah :*
*_SEDEKAH, INFAQ dan ZAKAT serta AHLAQUL KARIMAHmu._*

Itulah yang membuat Aku senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, Aku hadir disampingnya. Dan Aku akan mengganti dengan ganjaran 700 kali ( Al-Baqarah 261-262).

Nah, bila kamu sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukan Allah.
Tapi, bila kau berbuat dan berkorban untuk orang lain serta melunakkan hatimu kepada orang lain maka itu tandanya kau mencintai Allah dan tentu Allah senang karenanya.

Buatlah Allah senang maka Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang dan bahagia.

*Barokallaahu fiikum.*
Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Walhamdulillaahirabbil'aalamiin

*Selamat pagi,selamat beraktifitas,semoga semua kita mendapat ridho dan berkah Allah Swt*