Senin, 02 Mei 2016

FENOMENA ALAM DAN WAKTU SHOLAT

FENOMENA ALAM DAN WAKTU SHALAT

Sebuah buku ilmiah karya Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS berjudul “THE SCIENCE OF SHALAT” yang diterbitkan Qultummedia memaparkan betapa hebatnya hikmah shalat tepat waktu.

➡Ternyata perpindahan waktu shalat adalah bagian dari kekuasaan Allah SWT yang mengandung hikmah & keajaiban alam pada setiap detiknya.

✅Setiap peralihan waktu shalat secara bersamaan telah terjadi perubahan energi alam yang dapat diukur serta dapat dirasakan melalui perubahan warna alam :

1.SUBUH⛅
✅Pada waktu subuh alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Ketika adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum yang kemudian diserap oleh tubuh terutama pada waktu ruku` dan sujud.
➡Kerugian bagi yang masih tidur pulas pada waktu subuh karena akan kehilangan kesempatan mendapat semangat baru untuk mencari rezeki dan berkomunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih lelap tertidur.

2. DZUHUR☀
✅Warna alam pada saat memasuki waktu dzuhur bernuansa menguning yang berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia. Warna kuning keemasan ini memiliki pengaruh terhadap hati. Selain itu warna kuning ini juga mempunyai rahasia yang berkaitan dengan perasaan dan keceriaan seseorang. Jadi,
➡Kerugian besar bagi yang melewatkan sholat Dzuhur karena akan berakibat gangguan pada sistem pencernaan serta berkurangnya keceriaan.

3. ASHAR☀
✅Warna alam pada waktu Ashar berubah menjadi oranye. Aroma warna orange ini berpengaruh terhadap kondisi prostate, uterus, ovary, testis dan sistem reporduksi. Warna oranye pada waktu Ashar juga mempengaruhi kreativitas seseorang sehingga .....
➡Kerugian bagi yang kerap tertinggal sholat Ashar karena akan menurun daya kreativitasnya. Selain itu, organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam oranye tersebut.

4. MAGHRIB⛅
✅Menjelang senja terlihat warna alam berubah menjadi merah. Hal ini terjadi karena waktu Maghrib tiba, terjadi spectrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam. Jika sedang dalam perjalanan hendaklah berhenti untuk mengerjakan sholat Maghrib. Hal ini lebih baik
karena pada waktu Maghrib, banyak intervernsi atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama sehingga penglihatan terkadang kurang tajam oleh adanya fatamorgana.

5. I S Y A'
✅Suasana alam berubah menjadi warna nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya` menyimpan rahasia ketentraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak.
➡Kerugian bagi yang melewatkan waktu sholat Isya' akan sering merasa gelisah. Jika waktu Isya' usai dan alam mulai diselimuti kegelapan hendaknya segera mengistirahatkan tubuh dengan tidur. Pada saat malam kondisi jiwa berada pada gelombang Delta dengan frekuensi di bawah 4Hz pada seluruh sistem tubuh sehingga kondisi fisik memasuki waktu istirahat.

6. TAHAJJUD
✅Selepas tengah malam kembali suasana alam bersinar dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus dan hypothalamus.
✅✅Maka akan lebih baik bangun dari tidur kemudian sangat dianjurkan jika mengerjakan shalat tahajjud.
Thalamus adl pusat integrasi dan saluran sensori ke cortex serta cerebellum atau pengatur.

Robbana taqobbal minna (ya Allah terimalah dari kami) sebagai amal shaleh

- Mudah-mudahan Bermanfaat...
(Shared by cakpen 2/5/16)

ALQURAN DAN JENDERAL

turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dg buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dg susah payah masih bisa berucap, "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dg Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu."

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dg berbekal kalimah indah, "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh ...'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dg tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yg fana ini.

Kemudian..
Ahmad Izzah mendalami Islam dg sungguh² hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yg di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya. Dialah ... "Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy".
-----------------
Benarlah firman Allah ...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(QS:30:30)

Masya Allah...
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang  mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk[truncated by WhatsApp]
(Shared by cakpen 2/5/16)

MAFIA HUKUM.ITU ADA

Koran sindo
Edisi 30-04-2016

Mafia Hukum Itu Ada

Oleh Moh Mahfud MD

Meskipun dulu pernah dicibir sebagai gosip belaka, istilah mafia hukum tiba-tiba mencuat lagi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Eddy Nasution karena (sangkaan) penyuapan.

Terlebih lagi operasi tangkap tangan (OTT) itu diikuti dengan pencekalan atas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi untuk bepergian ke luar negeri. KPK pun menyita dokumen perkara dan uang yang terdiri atas berbagai pecahan uang asing senilai Rp1,7 miliar dari kantor dan rumah Nurhadi yang digeledahnya.

Istilah mafia hukum atau mafia peradilan pun hampir setiap hari muncul di berbagai media massa. Ada stasiun televisi yang pada pekan ini menjadikan isu mafia hukum sebagai berita utama sekaligus topik dialog sampai berkali-kali, mulai pagi sampai tengah malam dan sampai pagi lagi. Judulnya tak main-main.

Edisi Kamis, 28 April kemarin, misalnya, pada dialog prime time news dibuat judul ”Ada Mafia Hukum di MA?” dan ”Nurhadi Makelar Perkara di MA?”. Istilah mafia hukum merupakan persamaan dan perubahan dari istilah mafia peradilan di Indonesia yang dulu dinisbatkan pada proses paradilan yang sangat koruptif.

Istilah mafia peradilan dikenal luas sejak era Orde Baru meski pemerintah sendiri kerap kali mempersoalkan penggunaan istilahnya. Oetojo Oesman, misalnya, saat menjadi menteri kehakiman pada 1990-an mengkritik penggunaan istilah tersebut sebagai berlebihan. Menurutnya istilah itu tidak tepat karena kalau mafia sebagai organisasi bandit, ada pimpinan dan pengurusnya yang identitasnya jelas seperti mafia di Sicilia.

Mafioso peradilan di Indonesia tidak jelas identitas pemimpinnya sehingga menurut Oetojo dan kawan-kawan, hal itu hanyalah isu atau gosip yang berlebihan belaka. Tapi Artidjo Alkostar dalam pidato dies natalis tahun 1996 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memastikan bahwa mafia peradilan itu ada.

Artidjo yang saat itu masih menjadi dosen dan advokat mengatakan, siapa pun yang tidak percaya adanya mafia peradilan, coba saja beperkara atau mengurus perkara ke pengadilan. Di sana, kata Artidjo, Anda akan langsung tahu bahwa mafia peradilan itu ada, bukan gosip, tapi fakta.

Mafia peradilan adalah kanker ganas yang harus dibasmi. Pengalaman sebagai advokat yang sering dibuat naik pitam oleh mafia peradilan itulah yang, kiranya, mendasari sikap-sikap Artidjo ketika menjadi hakim agung sejak tahun 2000 sampai sekarang. Sikapnya sangat keras terhadap mafia hukum dan tak mau berkompromi terhadap pelaku korupsi.

Istilah jual beli dan pengaturan perkara di pengadilan yang dulunya terkenal sebagai mafia pengadilan itu secara resmi berubah menjadi istilah mafia hukum ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden Republik Indonesia (2004- 2009 dan 2009-2014). SBY-lah yang pertama kali menggunakan istilah mafia hukum yang sebelumnya disebut mafia peradilan.

Itu berarti pengakuan bahwa mafia hukum di pengadilan itu ada. Di dalam kampanye-kampanye pilpres, begitu juga di dalam pidato-pidato dan kebijakan kepresidenannya, SBY selalu menyebut mafia hukum secara resmi sebagai masalah besar bangsa kita.

Bahkan secara resmi pula SBY membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto.
Satgas ini beranggotakan aktivis-aktivis anti korupsi seperti Denny Indrayana, Yunus Husein, dan Mas Achmad Santosa (Ota). Memperkuat pengakuan resmi oleh negara, adanya mafia hukum, faktanya, terbukti juga secara cetho welo-welo ketika Mahkamah Konstitusi (MK) di penghujung tahun 2009 membuka rekaman percakapan pengaturan perkara oleh Anggodo Widjojo.

Kasus yang sering disebut sebagai kriminalisasi terhadap Komisioner KPK Chandra Hamzah dan Bibit Samad itu membuktikan terjadinya pengaturan perkara oleh Anggodo melalui pembicaraan-pembicaraanyang bernada instruktif terhadap para penegak hukum.
Dalam kasus Anggodo itu terbukti jelas adanya pembicaraan pengaturan perkara antara Anggodo dengan pejabat tinggi kejaksaan agung, pejabat Polri, pejabat LPSK, pengacara, dan sebagainya.

Bukti mafia hukum yang terungkap dari rekaman hasil penyadapan oleh KPK yang disetel di MK itu kemudian menjungkalkan beberapa pejabat penting dan mengantar Anggodo dan yang lain ke penjara.

Kasus Gayus Tambunan tak kalah menghebohkan. Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang masih sangat yunior itu telah melakukan kejahatan dengan mafia yang melibatkan polisi (Sumarni), jaksa (Cirus Sinaga), hakim (Ibrahim), pengacara (Haposan), dan lain-lain.

Kasus Gayus dan Anggodo adalah contoh yang cukup sempurna dalam mafia hukum sehingga istilah mafia hukum lebih mudah didefinisikan. Mafia hukum adalah pengaturan perkara secara curang yang melibatkan aparat penegak hukum dan calo-calo untuk membuat putusan pengadilan menjadi seperti yang diinginkan oleh penyuap.

Tentu saja kurang fair kalau saya membahas mafia hukum dengan hanya mengambil contoh dari kasuskasus di MA, Polri, kejaksaan, dan dunia advokat tanpa menyebut juga MK. Di MK pun sudah terbukti secara sah dan meyakinkan ada mafia hukum.

Penghukuman secara inkracht terhadap mantan Ketua MK yang melibatkan perantara Mochtar Ependi dan beberapa kepala daerah yang kemudian juga dihukum karena penyuapan adalah bukti nyata bahwa di MK pun ada mafia hukum. Jadi terlepas dari apa pun hasil penanganan KPK atas OTT terhadap Panitera PN Jakarta Pusat dan pencekalan serta penggeledahan di kantor dan rumah Sekretaris MA Nurhadi, terbukti atau tak terbukti, simpulannya, mafia hukum itu ada.

Problem utama bangsa kita ini sebenarnya bersumbu di mafia hukum. Kasus narkoba atau korupsi dan lain-lain yang dianggap sangat membahayakan itu sebenarnya bersumbu pada soal penegakan dan mafia hukum.

MOH MAHFUD MD
Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan
Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN):
Ketua MK-RI 2008-2013

Sumber:
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=0&n=3&date=2016-04-30
(Shared by Cakpen 2/5/16)

Minggu, 01 Mei 2016

ILMU YAKIN

Soal keyakinan masing2 sy pikir tdk perlu diperdebatkan, seorang akrobatis dgn keyakinannya bisa melalui kawat horisontal tanpa berpegangan pada penyangga, kita sulit bisa krn kita berangkat dari tidak yakin...

Bila melihat Shohih Bukhari bab wudhu, ketika Nabi SAW selesai wudlu, bekas airnya dijadikan rebutan oleh para sahabat utk tabarruk(mengharap berkah Allah dari sisa wudlu Nabi yg dikasihi Allah), dan hebatnya Nabi tdk marah atau melarang prilaku sahabat Nabi..Subhanallah

Sepakat dgn Mas Sarmuji bahwa semua berpulang pada i'tiqodnya (maksu terdalam/niat murni)..bila kita sholat dgn i"tiqod nyembah Batu itu jelas syirik, jika kita sholat utk menyembah Allah SWT meskipun dihadapan kita ada kuda atau tembok sbg pembatas maka itu tdk syirik..

Bila kita minum paramex utk menyembuhkan sakit kepala, setelah sembuh kita memuji obatnya itu syirik..karena realitas Maha Penyembuh hanya Allah.. Yang benar kita hrs bergantung kpd Allah SWT dlm urusan apapun..inilah Tauhid.

Kembali pada minum bekas Kiai selama i'tiqadnya tabarruk kpd Allah SWT agar diberi kemulyaan seperti Kiai..jelas itu bukan Syirik
Kepada Allah SWT kita kembalikan segala urusan
Shollu Alan Nabiy Wa Alihi Wa Shohbihi..🙏🏻🕌😀

(Shared by Cakpen 1/5/16)

TAX AMNESTY

#MAJALAH AKTUAL EDISI 53
#FREE MAGZ #April-Mei 2016
#Download #Share

PANAMA PAPERS DATANG TAX AMNESTY DISAYANG

Pembaca yang budiman. Gelombang Panama Papers ternyata sampai ke Indonesia. Meski kelihatan datar dan sedikit beriak di permukaan, ternyata gelombang Panama Papers cukup keras di kedalaman.

Laporan utama kali ini, Aktual mencoba untuk melihat implikasi dan beberapa catatan penting Panama Papers buat Indonesia. Pada perkembangannya, ternyata ada keterkaitan yang cukup erat antara Panama Papers, pembahasan UU Tax Amnesty di DPR dan kejahatan pajak.

Ada fakta yang cukup mengejutkan DPR langsung menyambut isu Panama Papers dengan UU Tax Amnesty. Ditambah lagi dengan penangkapan buron kasus B LBI, Samadikun Hartono.

Soal Ahok di kasus reklamasi dan RS Sumber Waras tampaknya masih tetap jadi sorotan Aktual kali ini. Beberapa penelusuran investigatif Aktual ternyata menguatkan dugaan bahwa Proyek reklamasi di Jakarta sebenarnya sudah direncanakan sejak Jokowi masih sebagai Pejabat Gubernur DKI Jakarta.

Sebuah tulisan soal jejak Jokowi di proyek reklamasi kami sajikan agar tali temali sejarah proyek besar bernama reklamasi teluk Jakarta tidak terputus di Gubernur Basuki saja. Mantan Gubernur Foke dan Jokowi ternyata punya rekam jejak di proyek Reklamasi Teluk Jakarta.

Bahkan, Jokowi ingin pusat pemerintahan negara ini akan dipindahkan ke salah satu pulau jika proyek reklamasi teluk Jakarta ini selesai kelak. Ini adalah informasi yang ditemukan tim Aktual.

Di kasus Rumah Sakit Sumber Waras, media jarang menyorot peran istri Gubernur Basuki. Padahal, orang yang juga tahu dan paham bagaimana proses mendirikan rumah sakit kanker baru di Jakarta adalah Veronica Tan, istri Gubernur Basuki. Dan, masih banyak beberapa tulisan menarik yang bisa pembaca nikmati di edisi kal ini. Semoga bermanfaat… Selamat membaca

Download :

http://www.aktual.com/wp-content/uploads/2016/04/Majalah-Aktual-Edisi-53-ms.pdf

******
(Shared by cakpen 1/5/16)

HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan.
=========================

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07
(Shared by cakpen 1/5/16)

KEJAMNYA WAKTU SUBUH

RENUNGAN PAGI

✔ KEJAMNYA WAKTU SUBUH"

Oleh:
Abu Qomar Al Faruq

Sahabat...
Saya yakin di antara kita sdh mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dgn kacamata yg lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaat kannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu subuh)”.

Kemudian dalam Al Falaq, Allah mengingatkan:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”.

Ada apa di balik waktu Subuh?

Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh?

Mengapa harus berlindung kpd yang menguasai waktu Subuh?

Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!

Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersen jata api.

Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.

Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin…

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah Anda, dan mengambil paksa semua barang Anda: uang dan semua perhiasan emas digondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data2 penting Anda juga diem batnya. Eh, mobil yg belum lunas juga digasaknya.

Bagaimana rasa pedih hati Anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah,
bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. 

Karena jika Anda tergilas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka Anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar kehilangan laptop dan mobil.

Anda kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat sabda Rasulullah Saw: “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”
(HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia.

Karena bagi orang2 yg tergilas waktu Subuh hingga mengabai kan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang2 miskin sejati yg hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

“…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yg dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis!

Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yg tergilas waktu Subuh, orang2 yg mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin.

Mengapa demikian? Tahukah Anda bahwa Nabi Saw menyeta rakan dgn orang munafik bagi yg tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak”
(HR Bukhari Muslim).

Orang yg tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid utk shalat berjamaah adalah orang yg dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dgn orang munafik.

Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam.
“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang2 munafik dan orang2 kafir di dalam Jahannam” (An Nisa:140).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yg disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan gilasan waktu Subuh yg lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yg lebih menyengsara kan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yg lebih berbaha ya dari kobaran api, maka: “Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh.” (Al Falaq:1).

Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah qabliyah Shubuh (shalat fajar) dan shalat Shubuh berjamaah di masjid - bagi pria, di rumah - bagi wanita.

Barakallah fiikum.
(Shared by cakpen 1/5/16)